Maersk Hentikan Sementara Semua Kapal Menuju Laut Merah

Minggu, 07 Jan 2024, 08:33 WIB

ISTANBUL - Maersk, perusahaan pelayaran dan logistik Denmark, mengumumkan pada Jumat (5/1), bahwa pihaknya akan menghentikan sementara kapal-kapal yang menuju Laut Merah dan Teluk Aden "mengingat kejadian baru-baru ini yang melibatkan Maersk Hangzhou dan perkembangan yang sedang berlangsung di wilayah tersebut."

"Situasinya terus berkembang dan tetap sangat tidak stabil, dan semua informasi intelijen yang ada menegaskan bahwa risiko keamanan terus berada pada tingkat yang meningkat secara signifikan," kata perusahaan pelayaran Denmark tersebut.

Setelah jeda operasi sebelumnya, perusahaan tersebut memutuskan untuk melanjutkan operasinya pada 24 Desember setelah inisiatif keamanan multinasional mengerahkan pasukan untuk melawan serangan. Namun Maersk berhenti lagi pada Selasa.

Perusahaan tersebut, pada Selasa mengatakan: "Jika hal ini paling masuk akal bagi pelanggan kami, kapal akan dialihkan rutenya dan melanjutkan perjalanan mereka mengelilingi Cape of Good Hope."

"Kami tetap berkomitmen untuk meminimalkan dampak terhadap rantai pasokan pelanggan kami dan akan terus memberi Anda informasi terkini mengenai situasinya."

Kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah, telah meningkatkan keterlibatan mereka secara signifikan dalam konflik di Jalur Gaza.

Kelompok tersebut telah memperingatkan bahwa mereka akan menyerang semua kapal tujuan Israel di Laut Merah -- salah satu rute laut yang paling sering digunakan di dunia untuk pengiriman minyak dan bahan bakar -- dalam upaya mendukung warga Palestina ketika mereka menghadapi agresi dan pengepungan Israel di Gaza.

Beberapa perusahaan kontainer terbesar di dunia telah menghentikan operasinya di wilayah tersebut.

Di tengah serangan Houthi, Amerika Serikat mengumumkan pembentukan misi multinasional untuk melawannya.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan bahwa peningkatan serangan tersebut mengancam kebebasan arus perdagangan, membahayakan pelaut yang tidak bersalah, dan melanggar hukum internasional.

Maersk mengatakan pada Jumat: "Kami memahami dampak potensi hal ini terhadap operasi logistik Anda, namun yakinlah bahwa semua keputusan telah dipertimbangkan dengan cermat dan pada akhirnya memprioritaskan keselamatan kapal, pelaut, dan kargo Anda."

Ket. Foto: Kontainer milik Maersk, perusahaan pelayaran dan logistik asal Denmark. — Sumber: ANTARA/Anadolu

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.