• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Unik! Burung Langka di Kol...

Unik! Burung Langka di Kolombia Setengah Jantan Setengah Betina

Sabtu, 06 Jan 2024, 12:00 WIB

VILLAMARIA - Burung langka Green Honeycreeper di Kolombia memamerkan bulu biru khas dan kepala hitam khas burung jantan. Di sebelah kiri, bulu hijau yang indah khas burung betina.

Menurut para ahli, spesimen yang terlihat di Kolombia adalah contoh langka dari "bilateral gynandromorphy" - suatu kondisi di mana satu sisi hewan menunjukkan ciri-ciri jantan dan sisi lainnya betina.

Ket. Foto: Burung langka Green Honeycreeper di Kolombia memamerkan bulu biru khas dan kepala hitam. — Sumber: earth.com

Fotografer amatir John Murillo mengatakan pertama kali melihat burung unik itu melalui lensa kameranya ketika burung itu mendarat di tempat makan untuk menikmati hidangan pisang dan anggur di cagar alam di Villamaria di barat Kolombia pada akhir 2019.

Murillo dan para ahli kemudian mengamati burung itu selama lebih dari setahun, namun tidak pernah ditangkap.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan bulan lalu di Journal of Field Ornithology, Murillo dan sekelompok ilmuwan burung melaporkan pengamatan pertama gynandromorphy pada Green Honeycreeper (Chlorophanes spiza.) yang masih hidup.

"Pada burung, fenomena ini diperkirakan muncul akibat kesalahan meiosis sel telur (sejenis pembelahan sel), yang diikuti dengan pembuahan ganda oleh sperma terpisah," tulis mereka.

Apakah organ dalam burung itu juga gynandromporphic dan apakah ia subur, "tidak mungkin diketahui," kata tim tersebut.

Green Honeycreepers adalah burung kecil yang ditemukan di daerah tropis di Meksiko selatan hingga Brazil.

Murillo (56) mengatakan kepada AFP, dia merasa sangat beruntung telah mengamati sesuatu yang "sangat berbeda dari apa yang telah kita lihat."

Dia juga menceritakan perilaku "aneh" burung itu: "ia selalu sendirian" di tempat makan.

Murillo mengatakan burung itu tampak lebih nyaman dengan manusia dibandingkan dengan individu sejenisnya.

"Ini unik di dunia, dan karenanya akan mati," katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.