Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti Ungkap 'Gene Editing' Bisa Sembuhkan Kebutaan hingga AIDS

📅 Jumat, 05 Jan 2024, 15:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peneliti Ungkap 'Gene Editing' Bisa Sembuhkan Kebutaan hingga AIDS Doc: istimewa
Ket. Ilustrasi "gene editing" yang dilakukan oleh CRISPR Therapeutics.

JAKARTA - Peneliti asal Indonesia di CRISPR Therapeutics, Amerika Serikat, Jeremy Pandji memaparkan cara kerja gene editing atau rekayasa genetik jika diterapkan dalam sel tubuh manusia.

Dalam seminar Gene Editing dan Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats (CRISPR) yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (5/1), Jeremy mengungkapkan gene editing bekerja dengan memanfaatkan DNA sequence atau urutan DNA yang berulang jika diurutkan dari awal atau akhir, atau biasanya disebut sebagai palindrom.

"Kemudian DNA tersebut dipisahkan oleh DNAspacer(pengatur jarak) yang unik, dan terdapat banyak jenis gen berbeda di dalamnya," katanya.

DNA spacer tersebut, kata Jeremy, cocok dengan DNA virus. Sehingga, gene editing bekerja saat virus ke dalam sel bakteri, yang kemudian menghasilkan DNA spacer baru, lalu diintegrasikan ke dalam urutan DNA yang telah diubah, sehingga RNA yang telah dihasilkan dapat mengarahkan sel molekul untuk menghancurkan gen virus tersebut.

Gene editing, sambungnya, dapat diterapkan dalam berbagai bidang, di antaranya bioteknologi agrikultur, penelitian sel hewan, penelitian wabah, serta rekayasa genetik pada manusia. Salah satunya dalam kasus anemia sel sabit, penyakit genetik yang mengubah sel darah merah dari bulat dan fleksibel menjadi bentuk seperti bulan sabit dan kaku.

"Akibatnya bisa menyebabkan kerusakan organ, infeksi, anemia, kelelahan, dan kesakitan," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Rizka Andalucia mengatakan terapi berbasis gene editing dapat membantu proses pengobatan penyakit yang terkait dengan masalah genetik.

"Terapi gen berbasis sel membawa harapan untuk membantu pengidap anemia akibat gen ini terkait penyembuhan dan peningkatan kualitas hidupnya," katanya dalam kesempatan yang sama.

Melalui gene editing, lanjut Rizka, tenaga medis dapat mengetahui gen penyebab kelainan tersebut, serta memanipulasi dan memodifikasinya agar sejumlah penyakit genetik tersebut tidak berproses dan memberikan kesembuhan pada pengidapnya.

Tidak hanya anemia, kata dia, sejumlah penyakit lainnya seperti kanker, kebutaan, dan AIDS juga dapat diupayakan kesembuhannya melalui terapi berbasis gene editing.

Berdasarkan data yang ia himpun, setidaknya tercatat sebanyak 1.100 jenis terapi berbasis gene editing yang dapat dilakukan. Beberapa di antaranya sudah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) yang menjadi patokan Internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.