Korut Ancam Korsel Akan Ada Bentrokan Besar Tahun Ini

Jumat, 05 Jan 2024, 02:36 WIB

Pyongyang - Korea Utara mengecam keras pelaksanaan latihan militer Korea Selatan-AS yang berlangsung pada 29 Desember 2023 hingga Kamis (4/1) ini dan memperingatkan bahwa bentrokan besar antara kedua Korea berpotensi terjadi pada tahun 2024.

Kantor Pusat Berita Korea Utara (KCNA) mengutip latihan militer Korea Selatan baru-baru ini, dengan mengatakan bahwa Korea Selatan terus melakukan tindakan yang merusak diri sendiri bahkan di tahun baru, seperti latihan pasukan khusus di musim dingin, dan latihan tembak Angkatan Laut.

Ket. Foto: LATIHAN TEMBAK GABUNGAN l Tentara Korea Selatan (Kiri) berbicara dengan tentara AS (kanan) selama latihan tembak gabungan antara Korea Selatan dan AS di lapangan pelatihan militer di Pocheon pada 4 Januari 2024. — Sumber: AFP/Jung Yeon-je

Selanjutnya KCNA mengklaim bahwa, para komandan militer Korea Selatan menciptakan suasana perang melalui pernyataan-pernyataan yang cenderung ofensif, sehingga memicu adanya risiko bentrokan besar di tahun ini.

Laporan media tersebut juga dipaparkan dengan menggunakan kata-kata kasar untuk mengecam Korea Selatan di tahun baru ini. Terlebih lagi Pyongyang telah meningkatkan pernyataan anti-Seoul sejak pemimpin Kim Jong-un mendefinisikan kembali hubungan antar-Korea sebagai hubungan yang bermusuhan pada akhir pertemuan Partai Buruh di akhir tahun lalu.

Sementara itu terdapat kekhawatiran bahwa Korea Utara berniat untuk mendapatkan pembenaran atas tindakan provokatifnya, dengan menuduh latihan militer Korea Selatan yang dilakukan secara rutin pada awal tahun ini.

Di sisi lain, Angkatan Darat Korea Selatan mengumumkan bahwa latihan militer gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat yang pertama di tahun baru ini telah dilakukan selama satu minggu sejak tanggal 29 Desember lalu, di tengah situasi keamanan yang kini dinilai kritis.

Sebelumnya Saudari perempuan pemimpin Korea Utara yang berkuasa mengirimkan pesan Tahun Baru yang langka kepada presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol, dengan mengklaim bahwa kebijakan garis keras Seoul hanya memberikan pembenaran bagi pengembangan kemampuan pertahanan diri militer Pyongyang. SB/KBS/and

Redaktur: andes

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Dishub DKI Jakarta Ditiadakan Ganjil Genap 25 Agustus 2026, Cek Aturannya di Sini

500 UMKM Disiapkan Pembinaan & Pemberdayaan Komprehensif lewat Lembaga Inkubasi

Kesadaran Pengelola Medsos Akan Masa Depan Anak, Instagram Hadirkan Fitur Orangtua

Dunia Pendidikan Dilecehkan, Dua Profesor Universitas Soedirman Diringkus KPK

Sinergi bersama Pemprov NTT, NTB dan Bali, Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Bencana Lewat Mandiri Peduli

Petugas Gabungan Gerilya Padamkan Api Arjuno-Welirang

Sang Saka Berkibar di Puncak Gamalama

Polda Metro jaya Kejar Bandar Narkoba ke Singapura, Kolombia Bakar 4,5 Ton Kokain

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum IBMA

10 Daftar Destinasi Piknik yang Masuk Prioritas, Apakah Termasuk Daerahmu?

Para Pelaku UMKM Harus Terus Didampingi

Jepang Eksekusi Mati Pelaku Pembakaran Tempat Judi Pachinko

Kalimantan Bisa Saja Harus Eksodus Besar-besaran Hadapi Kabut Asap karena Terdapat 1.500 Zona Api

Mikel Arteta Terlalu Bersemangat, Sudah Tak Sabar Sambut Laga Perdana

Dua Penumpang Tewas Terjebak di Dalam Jeep Mercedes-Benz yang Terbakar di Tol Akibat Kecelakaan

IBMA Resmi Dibentuk, Pegadaian Perkuat Ekosistem Bank Emas Berstandar Global

Gawat, Banten Bakal Diaduk-aduk, Ada 160 Perusahaan Tambang Siap Beraksi

Mercedes-Benz Menabrak Truk Kontainer di Tol Jagorawi, Dua Orang Tewas Terbakar

Kabut Asap Kebakaran Hutan di Kalbar Kembali Pekat, Orang Tua Murid Berharap Sekolah Diliburkan

Pengedar Narkoba Makin Lihai, Dua Pemuda di Depok Ditangkap, Jual Tembakau Sintetis di Medsos

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.