Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

100 Desa di Kabupaten Tangerang Gulirkan Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen

📅 Kamis, 04 Jan 2024, 14:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
100 Desa di Kabupaten Tangerang Gulirkan Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen Doc: antarafoto
Ket. Ilustrasi pertanian di Kabupaten Tangerang, Banten.

TANGERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten menggulirkan program gerakan tanam pangan cepat panen (Gercep) ke masyarakat di daerahnya itu sebagai upaya membentuk ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Asep Jatnika menuturkan gerakan tanam pangan cepat itu telah disosialisasikan ke ASN serta masyarakat melalui Surat Edaran Pj. Bupati Tangerang. "Program ini akan kita laksanakan dengan seluruh lapisan masyarakat, di 100 desa pada 29 kecamatan," katanya di Tangerang, Kamis (4/1).

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan program tersebut, nantinya setiap kecamatan diminta menyiapkan 1.000 meter lahan guna menanam cabai.

Selain itu, aparatur wilayah di setiap kecamatan dapat memberikan pengenalan tentang pertanian ke sekolah-sekolah sebagai menciptakan generasi 'melek' pertanian.

"Sehingga kesulitan akan cabe rawit akan teratasi. Mudah-mudahan ini dapat terlaksana dengan baik, dan keberadaan program pertanian bisa dirasakan masyarakat," terangnya.

Kemudian, pihaknya juga akan menjalankan program Santri Tani Milenial. Program ini dilakukan untuk mendorong para santri berkontribusi dalam peningkatan produksi pertanian melalui rangkaian edukasi dan pelatihan.

"Jadi ada 10 pesantren yang kita bina, 2 pengelola dan 1 petani untuk bisa mengembangkan pertanian di daerahnya," paparnya.

Di luar itu, pihaknya juga akan melakukan pembinaan ke para petani milenial sebagai generasi penyelamat ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang. Dengan begitu, program Tangerang Mandiri Tahan Pangan (MANTAP) dapat terwujud.

"Jadi tidak hanya mengandalkan petani yang sepuh, tapi harus ada regenerasi, mudah-mudahan ini bisa terlaksana tahun ini," terang dia.

Selain itu, ia juga akan mendorong Pusat Kawasan Agropolitan (Puskagro) Sepatan agar berfungsi optimal. Dan Puskagro ini dapat menampung hasil pertanian di seluruh kawasan Tangerang dan dapat menjaga kestabilan harga.

Asep juga menambahkan, meski saat ini lahan Tangerang terbatas, pihaknya akan memaksimalkan agar potensi pertanian terus meningkat. Salah satu upayanya adalah memberdayakan lahan tidur serta lahan pekarangan di halaman rumah.

"Kami tetap akan maksimalkan bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan lahan-lahan yang ada di pekarangan rumah bisa menjadi potensi untuk mengembangkan tanaman-tanaman hortikultura," ujarnya.

Menurut dia, saat ini dampak besar terhadap inflasi adalah komponen volatile goods yaitu komoditas strategis yang memiliki harga fluktuatif yaitu cabai sebagai salah satu komoditas hortikultura.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.