Lampung Harus Jadi Penggagas Pengembangan Kedelai Lokal
Selasa, 02 Jan 2024, 00:00 WIBBANDARLAMPUNG - Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, mengatakan pada tahun 2024, Provinsi Lampung harus bisa menjadi daerah penggagas pengembangan kedelai lokal.
Arinal Djunaidi di Bandarlampung, Minggu (31/12) malam, mengatakan Lampung sebagai daerah penghasil komoditaspertanian akan terus memaksimalkan kekayaan sumber daya alam tersebut salah satunya kedelai, serta pemerintah daerah akan berupaya menjadikan Lampung sebagai daerah penggagas pengembangan kedelai lokal.
"Kita akan memulai pengembangan kedelai lokal di Lampung, karena semua daerah pasti mengonsumsi tempe dan tahu dan selama ini kedelainya impor terus. Jadi akan disiapkan lahan seluas 1.000 hektare untuk percobaan, dan di sini Lampung akan jadi penggagas kedelai lokal yang diharapkan nantinya semua daerah bisa ikut juga," ucapnya.
Seperti dikutip dari Antara, Arinal melanjutkan untuk mendukung hal tersebut maka pemerintah daerah akan bekerja sama dengan pihak terkait dalam menjamin ketersediaan bibit kedelai, dan pupuk bagi pengembangan komoditas tersebut.
"Pertanian, perkebunan dan semua sektor terus ditingkatkan. Pupuk, bibit harus dipermudah penyalurannya, dan tahun 2024 semua harus konsisten serta berkomitmen untuk membangun Lampung menjadi lebih baik," ujarnya.
Tanggapan serupa terkait rencana pengembangan Provinsi Lampung sebagai daerah penggagas kedelai lokal juga dikemukakan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto.
"Lahan saat ini sedang dipersiapkan dan harapannya bisa semua kabupaten ada pengembangan kedelai," ujar Bani.
Bibit Kedelai
Ia melanjutkan untuk bibit kedelai yang akan digunakan untuk uji coba pengembangan kedelai lokal di daerahnya berasal dari Kementerian Pertanian.
"Bibit nanti dari kementerian, kita menyiapkan lahannya untuk menanam terlebih dahulu saat ini," ucap Bani.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, mengatakan siap menyediakan bibit kedelai bagi 1.000 hektare lahan percobaan pengembangan kedelai lokal di Provinsi Lampung.
"Saat ini, Gubernur Lampung sedang membuat proyek uji coba untuk pengembangan kedelai asli Lampung, jadi kami siap mendukungnya," ujar Amran.
Ia mengatakan siap untuk menyediakan bibit bagi luas lahan percontohan kedelai lokal seluas 1.000 hektare di Lampung.
"Kami siapkan bibit, alat mesin pertanian, dan pupuk semua lengkap untuk pengembangan kedelai. Bibit disediakan untuk 1.000 hektare, dan dalam 4-6 bulan ke depan akan panen kedelai asli Lampung, ditambah nanti kita buat penelitiannya tentang ini agar jadi kedelai berkualitas," katanya.
Menurut dia, proyek uji coba pengembangan kedelai tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan atas kedelai impor. "Ini untuk mengurangi impor kedelai, kalau ini berhasil di Lampung maka akan dikembangkan ke seluruh Indonesia," tambahnya.
Ia menambahkan adanya upaya membentuk swasembada pangan salah satunya untuk komoditas kedelai menjadi salah satu langkah memberi kesejahteraan kepada petani lokal.
Berita Terkait:
-
Kesempatan Emas Nih! Jepang Tawarkan Program Magang Siswa SMK untuk Tukar Ilmu tentang MBG
-
Pembuatan tahu tradisional di Pontianak
-
Dampak fluktuasi harga kedelai
-
Sutradara James Cameron Tegaskan bahwa Film 'Avatar' Tak Gunakan ‘AI’
-
Alwi Farhan Juara Baru Harapan Baru
-
Hampir 2 Juta Prajurit Tewas dalam Perang di Ukraina
-
Manchester United Bidik Guimaraes, Harga ‘Terjangkau’ Jadi Peluang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.