- Home
-
- Luar Negeri
-
- G7: Peluncuran Misil Korut...
G7: Peluncuran Misil Korut Perlu Respons yang Kuat
Kamis, 21 Des 2023, 02:59 WIBBERLIN - Negara-negara besar dunia yang tergabung dalam G7 yaitu Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS), pada Selasa (19/12) mengatakan bahwa masyarakat internasional memerlukan tanggapan yang tegas dan terpadu terhadap pengembangan nuklir dan peluncuran misil Korea Utara (Korut) yang sembrono.
"Tindakan sembrono Korut yang berulang kali harus ditanggapi dengan tanggapan internasional yang cepat, bersatu dan kuat, khususnya oleh Dewan Keamanan PBB," demikian pernyataan bersama para menteri luar negeri G7 usai peluncuran misil balistik paling kuat milik Pyongyang.
"Kami menegaskan kembali seruan kami untuk denuklirisasi lengkap Semenanjung Korea dan menuntut agar Korut meninggalkan semua senjata nuklir, program nuklir yang ada, dan semua senjata pemusnah massal serta program misil balistik yang ada dengan cara yang lengkap, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dipulihkan sesuai dengan semua Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang relevan," imbuh pernyataan bersama G7.
Sebelumnya pada Senin (18/12) lalu, Korut melakukan uji coba misil balistik antarbenua tercanggihnya yang berpotensi mencapai daratan AS. Korut mengatakan bahwa pemimpinnya, Kim Jong-un, turut mengawasi peluncuran tersebut dan memperingatkan Washington DC, yang telah memperkuat hubungan dengan Korea Selatan (Korsel), agar tidak membuat keputusan yang salah.
Dewan Keamanan PBB telah mengadopsi banyak resolusi yang menyerukan Korut untuk menghentikan program nuklir dan misil balistiknya sejak pertama kali melakukan uji coba nuklir pada tahun 2006.
Namun Tiongkok, mitra terdekat Korut, dan Russia, yang keduanya memegang hak veto di Dewan Keamanan PBB, menentang pengetatan sanksi lebih lanjut.
Dalam langkah terbaru untuk meningkatkan kerja sama tiga arah, Jepang, Korsel, dan AS, pada Selasa telah mengaktifkan sistem untuk berbagi datareal-timemengenai peluncuran misil Korut, yang disepakati pada pertemuan puncak para pemimpin ketiga negara pada Agustus lalu.
AS juga mengatakan bahwa salah satu utusannya yang menangani Korut telah berbicara melalui sambungan telepon pada Selasa dengan rekan-rekannya dari Jepang dan Korsel dan mereka sepakat menyatakan bahwa peluncuran tersebut merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri AS mengatakan bahwa sekutunya mengupayakan implementasi penuh resolusi Dewan Keamanan PBB dan juga mendesak kembalinya keterlibatan diplomatik oleh Korut, yang tidak menunjukkan minat dalam pembicaraan dengan pemerintahan Presiden AS, Joe Biden.
Latihan Udara Gabungan
Sementara itu kantor beritaKBSpada Rabu (20/12) menulis bahwa Korsel, AS, dan Jepang sedang menggelar latihan udara gabungan dengan mengerahkan pesawat bomber strategis B-1B milik AS di Semenanjung Korea, di tengah serangkain peluncuran misil balistik jarak pendek dan jarak jauh yang berulang kali dilakukan Korut baru-baru ini.
Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel mengatakan bahwa latihan gabungan trilateral di udara berlangsung pada Rabu di area tumpang tindih Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) antara Korsel dan Jepang di sisi timur Pulau Jeju.
Pesawat bomber B-1B AS terbang bersama dengan jet-jet lainnya termasuk pesawat tempur F-15K milik Korsel dan jet tempur F-16 milik Angkatan Udara AS, serta pesawat tempur F-2 milik Angkatan Udara Bela Diri Jepang.
Pesawat bomber strategis AS telah dikerahkan di Semenanjung Korea untuk ke-13 kalinya dalam tahun ini dan latihan gabungan udara trilateral pun dilaksanakan untuk kedua kalinya pada tahun ini.
JCS menambahkan bahwa ke depannya, Seoul, Washington DC, dan Tokyo akan meningkatkan kerja sama keamanan trilateral secara bertahap, demi memperkuat kerja sama untuk mencegah ancaman Korut dan menanggapinya bersama-sama. AFP/KBS/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.