Sebagian Kapal Alihkan Rute ke Tanjung Harapan

Rabu, 20 Des 2023, 00:02 WIB

DUBAI - Meningkatnya serangan oleh kelompok militan Yaman, Houthi, yang bersekutu dengan Iran terhadap kapal-kapal di Laut Merah, baru-baru ini dilaporkan telah mengganggu perdagangan maritim dengan perusahaan ekspedisi global mengalihkan rute ke sekitar Tanjung Harapan untuk menghindari Terusan Suez.

Dikutip dari The Straits Times, kelompok Houthi mengatakan pihaknya melancarkan serangan pesawat tak berawak terhadap dua kapal kargo di wilayah tersebut pada Senin (18/12), yang merupakan serangan terbaru dari serangkaian serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap kapal-kapal yang dikatakan sebagai respons terhadap serangan Israel di Jalur Gaza.

Ket. Foto: kapal kargo di Laut Merah pada bulan November. — Sumber: ISTIMEWA

Menurut analis industri, beberapa perusahaan pengangkutan besar, termasuk Mediterranean Shipping Company (MSC), bahkan mulai berlayar mengitari Benua Afrika, sehingga menambah biaya dan penundaan yang diperkirakan akan bertambah dalam beberapa minggu mendatang. Sekitar 15 persen lalu lintas pelayaran dunia transit melalui Terusan Suez, rute pelayaran terpendek antara Eropa dan Asia.

Perang antara Israel dan Hamas, yang dimulai pada tanggal 7 Oktober, telah menimbulkan kejutan di wilayah tersebut dan mengancam akan menyebabkan konflik yang lebih luas.

Serangan di Laut Merah telah menunjukkan kemampuan pasukan paramiliter Timur Tengah yang didukung oleh Iran untuk mengganggu perdagangan global pada saat Teheran dan proksinya memosisikan diri melawan Amerika Serikat dan Israel.

"Jika digabungkan, perusahaan-perusahaan yang telah mengalihkan kapal mengendalikan sekitar setengah pasar pengiriman peti kemas global," kata analis Algemene Bank Nederland (ABN) Amro, Albert Jan Swart, kepada Reuters.

"Menghindari Laut Merah akan menyebabkan biaya lebih tinggi karena waktu perjalanan yang lebih lama," kata Swart.

Tanda Krisis Meluas

Sedangkan British Petroleum (BP) untuk sementara waktu menghentikan semua transit melalui Laut Merah dan kelompok kapal tanker minyak Frontline.

Perusahaan minyak itu mengatakan kapal-kapalnya akan menghindari jalur melalui jalur air tersebut, yang merupakan tanda krisis ini meluas hingga mencakup pengiriman energi.

Harga minyak mentah naik karena kekhawatiran tersebut pada hari yang sama. "Premi asuransi risiko perang meningkat secara alami, namun ketika kapal-kapal dialihkan ke seluruh Afrika, pasokan pengiriman akan menjadi lebih ketat karena kargo melakukan perjalanan lebih lama," kata CEO Frontline, Lars Barstad kepada Reuters.

Pada Senin, kelompok energi Norwegia, Equinor, mengatakan pihaknya telah mengubah rute "beberapa kapal" yang membawa minyak mentah dan bahan bakar gas cair (LPG) menjauh dari Laut Merah. Perusahaan menolak menyebutkan berapa banyak kapal yang terkena dampaknya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.