- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korut Uji ICBM Paling Cang...
Korut Uji ICBM Paling Canggih yang Bisa Jangkau AS
Selasa, 19 Des 2023, 02:50 WIBSEOUL - Korea Utara (Korut) pada Senin (18/12) melakukan uji coba misil balistik antarbenua tercanggih yang berpotensi mencapai Amerika Serikat (AS). Uji coba ini menambah jumlah senjata yang memecahkan rekor tes tahun ini dan memicu kecaman internasional lebih lanjut.
Korea Selatan (Korsel) mengatakan Korut menembakkan ICBM yang menggunakan bahan bakar padat, yang membuat misil lebih mudah diangkut dan ditembakkan lebih cepat dibandingkan versi berbahan bakar cair.
Peluncuran pada Senin adalah yang ketiga kalinya Korut menguji ICBM berbahan bakar padat, setelah peluncuran pada April dan Juli, yang menurut para analis menandakan upaya konsisten untuk meningkatkan teknologi tersebut.
Korut mengatakan dua peluncuran sebelumnya adalah dari misil Hwasong-18, tetapi tidak segera mengomentari peluncuran pada Senin itu.
AS, Korsel, dan Jepang, dengan segera mengutuk uji coba misil tersebut, dengan menyatakan bahwa hal tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan akan membuat Semenanjung Korea menjadi kurang aman.
Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, menanggapi provokasi Korut segera memerintahkan tindakan yang luar biasa sebagai balasan dan menyerukan tanggapan bersama dengan AS dan Jepang.
Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan ICBM Korut yang diluncurkan memiliki potensi jangkauan lebih dari 15.000 kilometer, yang akan mencakup seluruh daratan AS. Peluncuran ini menyusul peluncuran misil jarak pendek pada Minggu (17/12) malam.
"(Peluncuran tersebut) tidak hanya merupakan pelanggaran nyata terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB, tetapi juga merupakan ancaman terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan dan kami mengutuk keras," kata Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengadopsi banyak resolusi yang menyerukan Korut untuk menghentikan program nuklir dan misil balistiknya sejak negara tersebut pertama kali melakukan uji coba nuklir pada 2006.
Namun Tiongkok, sekutu dekat Korut, tidak memberikan tanggapan langsung terhadap peluncuran terbaru tersebut dan malah mengeluarkan pernyataan yang menyoroti kepercayaan mendalam antara kedua negara.
"Dalam menghadapi situasi internasional yang bergejolak, Tiongkok dan Korut selalu mendukung dan percaya satu sama lain," kata Menteri Luar Negeri Wang Yi usai bertemu dengan pejabat dari Pyongyang.
Aset Besar
Militer Korsel awalnya mengatakan mereka telah mendeteksi peluncuran misil balistik jarak jauh dari wilayah Pyongyang pada Senin pagi yang terbang sejauh 1.000 kilometer sebelum jatuh di Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.
Korsel melaporkan bahwa misil tersebut terbang ke atas, bukan melintasi, sebuah metode yang sebelumnya Pyongyang katakan digunakan dalam beberapa uji coba senjata untuk menghindari terbang di atas negara-negara tetangga.
Park Won-gon, seorang profesor Studi Korea Utara di Universitas Ewha, mengatakan bahwa ICBM terbaru kemungkinan besar adalah Hwasong-18, dan menambahkan bahwa misil itu akan menjadi aset besar bagi Korut.
"Hwasong-18 menggunakan bahan bakar padat, sehingga tidak memerlukan waktu persiapan, dan dapat langsung ditembakkan dari peluncur bergerak, dan dapat dilihat sebagai sistem senjata dengan kemampuan praktis untuk menyerang daratan AS," kata Park.
Peluncuran misil secara berturut-turut ini menyusul retorika kemarahan antara aliansi AS-Korsel dan Korut. AS dan Korsel pada Jumat (15/12) lalu mengadakan sesi kedua Kelompok Konsultasi Nuklir di Washington DC, di mana mereka membahas pencegahan nuklir jika terjadi konflik dengan Korut. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP, Arif
Berita Terkait:
-
Jonatan Christie Comeback Gemilang! Lolos ke Perempat Final Hylo Open 2025
-
Korut Ancam Korsel Jika Terbangkan Drone ke Wilayahnya
-
Pangkas Birokrasi Perizinan, Pemkab Bekasi Luncurkan Aplikasi BOSS
-
Tak Ada Lagi Siaran K-pop, Korsel Mulai Singkirkan Pengeras Suara Anti-Korut di Sepanjang Perbatasan
-
Binus Bentuk Generasi Berdaya Saing Global Lewat Kolaborasi dengan Universitas Mitra di Asia
-
Badan Intelijen Korsel Digerebek, Diduga Terlibat Insiden Drone di Korut
-
WNI Bikin Ulah di Jepang, Menteri Karding Bantah Kabar Tokyo Blacklist Pekerja Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.