Transisi Energi di RI Berada di Fase Konsolidasi
Senin, 18 Des 2023, 02:30 WIBJAKARTA - Proses transisi energi di Indonesia selama tiga tahun terakhir berada pada fase konsolidasi. Meskipun hasilnya yang berupa kenaikan kapasitas energi terbarukan belum terlihat, Indonesia telah menetapkan komitmen dan rencana untuk transisi energi serta menjadikannya sebagai agenda nasional.
"Saya melihat dalam 3 tahun terakhir ini Indonesia telah berupaya melakukan konsolidasi kebijakan, program insentif, dan mendapatkan dukungan politik untuk menata fondasi transisi energi," kata Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa dalam peluncuran "Indonesia Energy Transition Outlook (IETO) 2024" yang dipantau secara daring di Jakarta, pekan lalu.
Adapun setelah fase konsolidasi, Fabby menyebutkan tahap berikutnya dalam mewujudkan transisi energi yakni fase implementasi dan akselerasi. Seperti dikutip dari Antara, Fabby mengatakan saat ini kebijakan transisi energi masih terfragmentasi dan belum mencapai kesamaan visi dan peta jalan dekarbonisasi yang efektif dari segi pembiayaan serta berkontribusi pada kemakmuran masyarakat.
"Fase konsolidasi ini sepertinya masih akan terus berlanjut hingga tahun depan sebelum kita akan masuk pada fase eksekusi jika tidak ada perubahan komitmen politik yang drastis," ujar Fabby.
Dorong Inovasi
Dia juga mendorong adanya inovasi akselerasi pengembangan energi bersih, penguatan kapasitas institusi, dan no regret policy yang harus dilakukan secara paralel dalam jangka waktu yang cepat. "Reformasi di level nasional dan subnasional, perbaikan tata kelola sektor energi, tata kelola BUMN, alokasi anggaran publik harus terjadi. Ibaratnya kita perlu Omnibus Law untuk transisi energi," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengharapkan proses transisi energi sudah memasuki tahap lepas landas pada tahun depan. "Nanti di tahun depan supaya kita benar-benar take off bagaimana konsolidasi tersebut bisa kita ini ikuti dengan sisi implementasi dan akselerasi ke depan," kata Dadan.
Pencapaian konsolidasi transisi energi di Indonesia merupakan hal yang baik. Dia juga berpandangan bahwa proses transisi energi tidak perlu dilakukan secara terburu-buru. "Karena memang ada handicap yang lain, handicap misalkan dari sisi kebijakan yang lama yang sekarang kita sedang selesaikan dan kita tidak bisa mundur dari hal-hal tersebut," ujarnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Internet BAKTI Lindungi Petani Sulteng dari Tipuan Tengkulak, Bagaimana Caranya?
-
Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon, ESGIN dan ASPEBINDO Jalin Kolaborasi Strategis
-
Kejari Bekasi Bantah Isu Dirut Tirta Bhagasasi Jadi Tersangka, Surat Penetapan yang Beredar Ternyata Dimodifikasi
-
ITS Ubah Limbah Peternakan dan Pertanian di Papua Barat Jadi Energi
-
Manufaktur Diperkuat, Keyakinan Konsumen Dibangun
-
Jangan Asal Bicara! Sandrica Sampaikan Pesan Adab Bertutur Lewat Lagu Berjudul Seribu Kata Positif
-
Dukung EBT Nasional, Barata Indonesia Kirim Reaktor B100 ke Kalsel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.