- Home
-
- Luar Negeri
-
- Seoul: Korea Utara Tembakk...
Seoul: Korea Utara Tembakkan 'Rudal Balistik Jarak Jauh' ke Laut Jepang
Senin, 18 Des 2023, 08:59 WIBSEOUL - Korea Utara kembali menembakkan "rudal balistik jarak jauh" yang dilarang secara internasional pada Senin (18/12), kata militer Korea Selatan, setelah Pyongyang menyuarakan kemarahannya atas kerja sama nuklir Seoul-Washington.
Peluncuran balistik tersebut menyusul penembakan rudal jarak pendek yang dilakukan Korea Utara pada Minggu malam, sehingga memperpanjang jumlah uji coba senjata yang dikutuk negara Barat.
Peluncuran berturut-turut ini juga terjadi setelah retorika antara Korea Utara dan sekutu AS-Korea Selatan.
Amerika Serikat dan Korea Selatan pada Jumat menggelar sesi kedua Kelompok Konsultasi Nuklir di Washington. Mereka membahas pencegahan nuklir jika terjadi konflik dengan Korea Utara.
Pada Sabtu, mereka memperingatkan setiap serangan nuklir dari Pyongyang terhadap AS dan Korea Selatan akan mengakhiri rezim Korea Utara.
Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Utara pada Minggu mengecam tindakan sekutu yang berencana memperluas latihan militer gabungan tahunan tahun depan dengan mencakup latihan operasi nuklir.
"Ini adalah deklarasi terbuka mengenai konfrontasi nuklir untuk menjadikan penggunaan senjata nuklir terhadap DPRK (Korea Utara,red) sebagai sebuah fait accompli," kata sebuah pernyataan yang dimuat kantor berita KCNA.
"Setiap upaya untuk menggunakan angkatan bersenjata melawan DPRK akan menghadapi tindakan pencegahan yang mematikan," kata pernyataan itu.
Pada Senin pagi, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan militernya telah mendeteksi "dugaan rudal balistik jarak jauh diluncurkan dari wilayah Pyongyang".
Dikatakan bahwa rudal tersebut telah ditembakkan ke Laut Timur, mengacu pada perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.
JCS menambahkan, militer telah meningkatkan kewaspadaannya dan "berbagi informasi mengenai rudal balistik Korea Utara dengan AS dan Jepang".
Pemerintah Jepang mengkonfirmasi bahwa Korea Utara menembakkan "apa yang tampak seperti rudal balistik".
Penjaga Pantai Jepang mengatakan rudal tersebut "tampaknya sudah jatuh" dan memperingatkan kapal untuk menjauhi benda-benda yang jatuh.
Dampak Destabilisasi
Peluncuran rudal jarak pendek pada hari Minggu terjadi ketika Pyongyang memperingati peringatan kematian ayah pemimpin Kim Jong Un dan pendahulunya Kim Jong Il yang meninggal pada 17 Desember 2011.
Korea Utara menggambarkan peluncuran satelit mata-mata militernya bulan lalu sebagai sebuah terobosan besar, dengan mengklaim bahwa satelit tersebut menyediakan gambar-gambar situs militer utama AS dan Korea Selatan.
Peristiwa ini semakin memperburuk hubungan antar-Korea yang sudah tegang dan mematahkan perjanjian militer yang dibuat untuk meredakan ketegangan di semenanjung tersebut, dan kedua Korea meningkatkan keamanan di sepanjang Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan mereka.
"Jika Korea Utara melakukan tindakan sembrono yang menghancurkan perdamaian, yang menanti mereka hanyalah kehancuran besar," Menteri Pertahanan Korea Selatan Shin Won-sik memperingatkan dalam pertemuan dengan komandan tinggi militer pekan lalu.
Shin baru-baru ini melontarkan pernyataan yang sangat berapi-api dan mengancam akan melakukan serangan rudal yang mematikan terhadap "jantung dan kepala" Pyongyangjika terjadi perang.
Korea Utara tahun lalu mendeklarasikan dirinya sebagai negara berkekuatan nuklir yang "tidak dapat diubah" dan telah berulang kali mengatakan tidak akan pernah menghentikan program nuklirnya, yang dianggap penting oleh rezim untuk kelangsungan hidup.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengadopsi banyak resolusi yang menyerukan Korea Utara untuk menghentikan program nuklir dan rudal balistiknya sejak negara tersebut pertama kali melakukan uji coba nuklir pada 2006.
- Korea Selatan (Korsel)
- Amerika Serikat (AS)
- Konflik Semenanjung Korea
- Korea Utara
- Sekutu
- Peluncuran Rudal Balistik
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Korut Ancam Korsel Jika Terbangkan Drone ke Wilayahnya
-
Dorong Substitusi Impor, Kemenperin Pertemukan Industri Produsen dan Pengguna Pati Ubi Kayu
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
-
Bupati: 2.200 Pelajar Kepulauan Seribu Dapat Kacamata Gratis
-
OJK: Proses Demutualisasi BEI Masih Tunggu Terbitnya Peraturan Pemerintah
-
Menkeu Purbaya: Mundurnya Dirut BEI akan Ciptakan Sentimen Positif
-
Badan Intelijen Korsel Digerebek, Diduga Terlibat Insiden Drone di Korut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.