Xi: Modernisasi Tiongkok Akan Menguntungkan Perusahaan-perusahaan AS

Sabtu, 16 Des 2023, 00:00 WIB

BEIJING - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada Jumat (15/12), mengatakan modernisasi Tiongkok akan menguntungkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan dalam sebuah surat yang dikirim untuk menandai peringatan 50 tahun komite perdagangan Tiongkok-AS itu dibacakan pada jamuan makan malam di Washington di mana Menkeu AS, Janet Yellen, menuduh Beijing melakukan praktik ekonomi yang tidak adil.

Ket. Foto: Presiden Xi Jinping mengatakan Tiongkok akan dengan tegas dorong keterbukaan tingkat tinggi terhadap dunia luar, dan menciptakan lingkungan bisnis yang berorientasi pasar, berbasis hukum, dan terinternasionalisasi. — Sumber: AFP/NHAC NGUYEN

Dikutip dari The Straits Times, perusahaan-perusahaan Amerika telah lama mengeluhkan lingkungan bisnis yang tidak adil di Tiongkok, dengan terbatasnya perlindungan terhadap kekayaan intelektual dan perlakuan istimewa yang diberikan kepada pesaing dalam negeri.

Namun dalam suratnya, Xi menegaskan Tiongkok akan dengan tegas mendorong keterbukaan tingkat tinggi terhadap dunia luar dan menciptakan lingkungan bisnis yang berorientasi pasar, berbasis hukum, dan terinternasionalisasi.

"Modernisasi Tiongkok akan membawa lebih banyak peluang bagi perusahaan global, termasuk perusahaan Amerika," lanjut Xi.

Yellen menggunakan pidatonya pada jamuan makan malam ulang tahun Dewan Bisnis AS-Tiongkok untuk menyerukan agar Tiongkok beralih dari pendekatan kebijakan ekonomi berbasis negara, dengan mengatakan bahwa model itu dapat membuat investor enggan. Dia mengatakan perjalanannya berikutnya ke Tiongkok sebagai Menteri Keuangan akan mencakup pembahasan hal-hal yang menjadi perhatian sulit.

Ketegangan antara Tiongkok dan AS telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena isu-isu seperti perdagangan dan keamanan.

Namun pada bulan November, Xi bertemu dengan Presiden AS, Joe Biden, di San Francisco, yang mendorong pemulihan hubungan komunikasi militer dan peningkatkan kerja sama bagi kedua belah pihak.

Konsensus Penting

Surat Xi mengakui pertemuan tersebut, dengan mengatakan kedua pemimpin tersebut telah mencapai konsensus penting. Tiongkok bersedia bekerja dengan Amerika Serikat sejalan dengan prinsip saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan.

"Ada potensi besar, ruang luas, dan prospek menjanjikan untuk memperkuat kerja sama perdagangan Tiongkok-AS," tulisnya.

Sebelumnya, Yellen, pada Kamis (14/12), menyerukan agar Tiongkok beralih dari pendekatan kebijakan ekonomi berbasis negara, dengan mengatakan hal ini dapat membuat investor enggan.

"Peran yang terlalu kuat dari badan usaha milik negara dapat menghambat pertumbuhan dan peran aparat keamanan yang berlebihan dapat menghalangi investasi," kata Yellen pada jamuan makan malam peringatan 50 tahun Dewan Bisnis AS-Tiongkok di Washington.

Dikutip dari Channel News Asia (CNA), perusahaan-perusahaan AS telah lama mengeluhkan lingkungan bisnis yang tidak adil di Tiongkok, dengan terbatasnya perlindungan terhadap kekayaan intelektual dan perlakuan istimewa yang diberikan kepada pesaing dalam negeri.

Kekhawatiran ini diperburuk tahun ini dengan adanya tindakan keras terhadap perusahaan konsultan AS yang beroperasi di negara tersebut, dan Washington telah mendorong terciptanya lingkungan bisnis yang lebih dapat diprediksi dan persaingan yang setara.

Mengutip survei anggota Dewan Bisnis AS-Tiongkok baru-baru ini, Yellen mencatat perusahaan-perusahaan sedang mempertimbangkan kembali rencana investasi dan mengatakan hal ini harus menjadi perhatian bagi Beijing.

Pada survei tahun 2023, terdapat lebih banyak perusahaan yang mengisyaratkan rencana memindahkan sebagian operasinya ke luar Tiongkok dibandingkan tahun sebelumnya sejak tahun 2016. "Tren tersebut menunjukkan potensi manfaat bagi Tiongkok untuk mengejar reformasi struktural," kata Yellen.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.