Sentimen Eksternal Masih Dominan
Jumat, 15 Des 2023, 10:39 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi menguat lanjutan, jelangvakhir pekan ini. Sinyalemen penurunan suku bunga acuan oleh the Fed tahun depan masih menjadi sentimen penggerak rupiah.
Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (15/12), bergerak fluktuatif namun ditutup menguat di kisaran 15.470-15.710 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank pada penutupan perdagangan, Kamis (14/12), menguat drastis sebesar 159 poin atau 1,01 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.502 rupiah per dollar AS.
Penguatan rupiah dipengaruhi oleh sentimen risk on setelah rapat atau pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat (AS) yang membahas tentang arah kebijakan suku bunga acuan AS.
Bank Sentral AS atau The Fed mengumumkan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan pada 5,25 persen hingga 5,50 persen setelah pertemuan FOMC pada Desember 2023, seperti yang diperkirakan.
"Pengumuman tersebut memberikan sinyal bahwa The Fed mulai mengubah sikapnya menjadi lebih dovish (longgar) sehingga mendukung kuatnya sentimen risk on di pasar keuangan global," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede di Jakarta, kemarin.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Ragunan Dipadati Wisatawan Berbagai Daerah Saat Libur Panjang
-
Rupiah Kembali Melemah, Dipicu Anjloknya Harga Minyak Mentah Brent
-
DPRD DIY Tegaskan Guru Non-ASN Tetap Dapat Melanjutkan Tugas Mengajar
-
Dua Bencana Mengintai Indonesia Sekaligus, BNPB Rilis Warning Keras Kesiapsiagaan di Wilayah Ini
-
Makin Anjlok, Rupiah Pagi Ini Rp18.107, Dipengaruhi Eskalasi Baru di Timur Tengah
-
Tembus 50,47%! Sekolah Rakyat Pacitan Kebut Rampung 20 Juni 2026
-
Kemnaker dan Unpad Bangun Sinergi Pengembangan SDM dan Ketenagakerjaan.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.