Indonesia Serukan Sistem Pengelolaan Hutan Lestari Diakui Lebih Luas

Minggu, 10 Des 2023, 08:19 WIB

JAKARTA - Indonesia menyerukan pengakuan yang lebih luas terhadap sistem pengelolaan hutan lestari nasional yang dimiliki negara-negara yang tergabung dalam Broader Market Recognition Coalition (BMRC).

Menurut keterangan tertulis Paviliun Indonesia COP28 yang diterima di Jakarta, Sabtu (9/12), negara yang tergabung dalam anggota BMRC tersebut menyerukan agar pasar global mengakui sistem pengelolaan hutan lestari nasional sebagai upaya untuk mendorong perdagangan kayu lestari.

"Negara-negara produsen telah mengembangkan sistem nasional yang kuat mengenai sistem jaminan legalitas kayu dan menyerukan pengakuan pasar yang lebih luas," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Justianto.

Dia mengatakan hal tersebut dalam diskusi "Broader Market Recognition Coalition: Memberikan Insentif pada Tata Kelola Hutan Tropis yang Baik" (Incentivizing Good Tropical Forest Governance) di Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim COP28 UNFCCC di Dubai, Uni Emirat Arab, Jumat (8/12).

"BMRC merupakan platform untuk mendorong perdagangan kayu dan hasil hutan berkelanjutan," lanjut Agus.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan KLHK sekaligus Ketua Sekretariat BMRC Krisdianto Sugiyanto mengatakan bahwa inisiatif BMRC dimulai saat dialog UNFCCC COP26 di Glasgow, Inggris.

"BMRC resmi dibentuk pada tahun 2022 di mana enam negara produsen, Indonesia, Ghana, Liberia, Kamerun, dan Republik Kongo sepakat untuk berkolaborasi," jelas Krisdianto.

Ket. Foto: Ilustrasi hutan tropis. — Sumber: forestgovernance.org

Krisdianto melanjutkan, setiap negara produsen telah mengembangkan sistem pengelolaan hutan lestari nasional yang akuntabel dan transparan dan pencapaian mereka harus mendapatkan pengakuan yang lebih luas dari pasar global.

Misalnya Indonesia yang sudah memiliki Sistem Verifikasi Legalitas dan Keberlanjutan (SVLK). SVLK berdampak pada penurunan laju deforestasi Indonesia sebesar 75 persen menjadi hanya sekitar 100 ribu hektar per tahun, terendah sepanjang sejarah sejak tahun 1990an.

"Indonesia dan negara-negara produsen yang telah mengembangkan sistem pengelolaan hutan lestari yang akuntabel dan transparan layak mendapatkan insentif pasar," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Komisi Kehutanan Ghana Chris Beeko mengatakan bahwa sistem pengelolaan hutan yang dibangun Ghana kini telah mendapat pengakuan FLEGT-VPA dari Uni Eropa, menyusul apa yang telah dicapai Indonesia.

"Kita membangunnya melalui proses panjang yang melibatkan banyak pihak, harus ada insentif atas apa yang telah dilakukan," ujarnya.

BMRC adalah sebuah platform untuk mendukung, memantau, dan mempromosikan penerapan sistem kehutanan berkelanjutan nasional, dan untuk memberi label dan mempromosikan perdagangan produk hutan yang berasal dari sistem nasional yang didukung BMRC.

BMRC juga mendorong harmonisasi standar produk hutan legal dan lestari dalam peraturan perdagangan dan pengadaan sektor publik dan swasta yang memberikan pengakuan terhadap produk berlabel BMRC secara internasional.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.