Warga Diingatkan Mencegah Bakteri Mycoplasma

Sabtu, 09 Des 2023, 05:21 WIB

JAKARTA - Guna mencegah merebaknya bakteri mycoplasma yang dapat menyebabkan radang paru (pneumonia) untuk anak-anak, maka warga diminta mencegahnya. "Setidaknya ada tiga cara mencegah merebaknya mycoplasma," tegas Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ngabila Salama, Jumat (8/12).

Menurutnya, Dinkes DKI Jakarta terus menyosialisasikantiga cara untuk mencegah masuknya bakteri mycoplasma tersebut. Pertama, dengankembali menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kedua, melakukan imunisasi rutin lengkap anak. Ketiga, jika sudah telanjur sakit, maka pengobatan dapat menggunakan antibiotikyang diberikan secara bijak.

Ket. Foto: Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ngabila Salama — Sumber: ISTIMEWA

Terkait imunisasi,Ngabila menyebuttotal ada 15 imunisasi gratis yang disediakan pemerintah. Kemudian ada vaksin influenza berbayar mandiri untuk bayi usia enam bulan ke atas. Ini terutama kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu menyusui, ibu hamil, dan tenaga kesehatan.

Untuk antibiotik, Ngabila minta agar masyarakat memperhatikan antibiotik yang dikonsumsi dengan resep dokter. Sebab bakteri ini juga rentan terhadaporang dengan resistensi antibiotik yang justru bisa menyulitkan penyembuhan.

Selain itu, untuk mencegah keparahan penyakit radang paru, Ngabilamenyarankan agar masyarakat melakukan deteksi dini. Ini bisa ditempuh melalui pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat. Dengan begitu, apabila terdeteksi terkena penyakit pneumonia bisa segera diobati.

"Jika ada indikasi pemeriksaan jenis kuman oleh dokter akan dilakukan PCR multipleksguna mendeteksi beberapa jenis virus dan bakteri, termasuk mycoplasma agar terapi lebih spesifik sesuai dengan jenis kuman penyebab," ujar Ngabila. Lebih lanjut, Dinkes Jakarta mengimbau warga untuk tetap waspada. Namun, tetap jangan panik terhadap pneumonia bakteri mycoplasma. Bakteri penyebab infeksi saluran napas yang cukup sering ditemukan sejak lama ini, bukan sesuatu yang baru.

Percikan Dahak

Penularan pneumonia umumnya melalui percikan dahak dan batuk (droplet). Bisa juga melalui kontak jarak yang cukup erat dan lama. Ngabila mengungkapkanmasa inkubasi dari terpapar bakteri sampai muncul gejala pertama berkisar 1-4 pekan, paling sering 2-3 pekan. "Dari muncul gejala pertama sampai bisa berpotensi sesak napas atau memburuksekitar 3-7 hari," ungkap Ngabila.

Lebih jauh Ngabila mengimbau kepada orang tua jika anak sakit dan sudah diobati sendiri tapi tidak membaik dalam kurun waktu 2-3 hari, sebaiknya dibawa ke dokter atau fasilitas kesehatan untuk mendapat pengobatan lebih baik. Adapun gejala pneumonia, kata Ngabila, bisa ringan dan sembuh sendiri. Kecuali imunitas tubuh sedang rendah.

Gejala yang muncul seperti demam cenderung tidak tinggi, kecuali infeksi campuran (mix infection) dengan virus dapat dijumpai demam tinggi di atas 40 derajat. Kemudian batuk, pilek, sakit tenggorokan, mual, muntah, sesak napas, mudah lelah, dan sakit kepala.

"Komplikasi yang tidak diharapkan radang otak, jantung, sendi, ginjal sehingga menyebabkan gagal ginjal dan lain lain," ujar Ngabila. Sebelumnya, Dinas Kesehatan Jakarta terus memantau dan meningkatkan sistem pelaporan individu setiap waktu (real time). Tujuannya, untuk mengantisipasi kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan pneumonia anak atau orang dewasa di Jakarta.

"Pemantauan tersebut dilakukan di seluruh Puskesmas dan 194 rumah sakit untuk memantau kondisi serta mendeteksi penyakit-penyakit baru dengan pemeriksaan laboratorium," tandas Ngabiladi Jakarta, Minggu (3/12).

Pemantauan tersebut dilakukan dengan melakukan pemeriksaan PCR atau panel virus untuk mengetahui apakah seseorang terkena virus karena kondisi imunitas yang buruk dalam menghadapi peralihan musim dari musim kemarau ke hujan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.