Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Digencarkan, FKM UI Sebut Kegiatan Posyandu Bisa Bantu Tekan Angka Stunting

📅 Sabtu, 09 Des 2023, 22:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Digencarkan, FKM UI Sebut Kegiatan Posyandu Bisa Bantu Tekan Angka Stunting Doc: ANTARA/HO: Humas UI
Ket. Kegiatan FKM UI dengan meningkatkan literasi kader Posyandu dengan tema stunting dan anemia.

Depok - Ayo digencarkan, Pemerintah menargetkan menurunkan angka kasus stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024, dan salah satu elemen strategis untuk mencapai target itu adalah adanya kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu).

Ketua Tim pengabdian Masyarakat (Pengmas) Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Wahyu Kurnia Yusrin Putra di Depok, Sabtu, mengatakan untuk itu perlu kegiatan peningkatan literasi kader posyandu.

Dikatakannya, beberapa kegiatan posyandu yang sejalan dengan pencegahan stunting adalah konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri dan ibu hamil, edukasi pemberian ASI eksklusif bagi bayi 0-6 bulan.

Selain itu juga pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya protein hewani bagi baduta (anak di bawah dua tahun), tata laksana balita dengan masalah gizi, imunisasi, dan edukasi gizi bagi remaja, ibu hamil, dan keluarga.

Lokasi pengabdian masyarakat FKM UI didasarkan pada hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, di mana angka stunting di Provinsi Banten mencapai 24,5 persen, sementara Kabupaten Lebak termasuk dalam zona kuning dengan angka stunting sebesar 26,2 persen.

Kecamatan Kalanganyar memiliki komitmen kuat untuk membantu percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Lebak, termasuk salah satunya adalah peningkatan kapasitas dan literasi kader Posyandu.

"Kita tahu bahwa salah satu kunci keberhasilan penanganan stunting berawal dari deteksi dini kasus dan edukasi pencegahan oleh para kader Posyandu," katanya.

Oleh karenanya, menjadi penting untuk terus meningkatkan literasi dan berbagi pengalaman dengan para kader agar posyandu menjadi semakin berdaya dan efektif dalam mencegah dan menangani kasus stunting.

"Para kader juga perlu mengetahui bahwa anak yang stunting juga berpeluang besar untuk mengalami anemia, karena pangan hewani yang seringkali kurang dikonsumsi anak stunting juga merupakan sumber zat besi," ujar Wahyu.

Kegiatan pengmas terbagi menjadi dua sesi, yakni pada sesi pertama para kader dibagi menjadi beberapa kelompok dan melakukan analisis data hasil penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita.

Sesi kedua adalah penyampaian poin-poin penguatan, seperti penyebab utama stunting, kaitan stunting dan anemia, pengaturan makanan untuk mencegah stunting dan anemia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.