TNI Integratif Bersinergi dengan Kementan Dukung Ketahanan Pangan Wujudkan Swasembada Pangan

Selasa, 05 Des 2023, 00:15 WIB

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan)dan Tentara Nasional Indonesia sebelumnya telah memiliki nota kesepahaman di bidang pertanian yaitu program ketahanan pangan nasional melalui sinergitas Kementan sesuai denganvisiyaitu TNI yang prima yakni TNI yang professional, responsive, integrative, modern, dan adaptif.

Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam sambutannya pada saat penandatanganan nota kesepahaman antara TNI dan Kementan tentang Dukungan Pelaksanaan Pembangunan Pertanian, bertempat di Jakarta, Senin (4/12).

Ket. Foto: Penandatanganan nota kesepahaman antara TNI dan Kementan tentang Dukungan Pelaksanaan Pembangunan Pertanian, bertempat di Jakarta, Senin (4/12). — Sumber: istimewa

Menurut siaran persnya, Panglima TNI mengatakan dalam misi TNI yang integrative, di mana TNI bersinergi dengan kementerian lembaga dan komponen bangsa lainnya.

"Penandatanganan nota kesepahaman pada hari ini dengan Kementan merupakan implementasi dari misi saya untuk dapat bersinergi dengan kementerian dan lembaga lainnya," tuturnya.

Jenderal TNI Agus Subiyanto berharap nota kesepahaman yang telah disepakati dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas yang sudah terjalin sebelumnya antara Kementerian Pertanian dan Tentara Nasional Indonesia.

"Nota kesepahaman ini ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama di tingkat operasional, agar apa yang menjadi tujuan bersama untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dapat terwujud," jelasnya.

Adapun ruang lingkup nota kesepahaman ini meliputi pendampingan pelaksanaan program pembangunan pertanian, pendampingan dalam peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian, optimal lahan Tentara Nasional Indonesia untuk pertanian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian, pemanfaatan sarana dan prasarana, bidang kerja sama lain yang disepakati.

Di hadapan awak media, Jenderal TNI Agus mengungkapkan pemasalahan lahan tidur yang terdapat kendala dalam perairan.

"Biasanya lahan-lahan tidur itu kebanyakan kurang air sehingga kita harus memang merencanakannya perairannya dulu, yang tadi saya sampaikan tipologi wilayah itu berbeda misalkan daerah Sukabumi sekarang sudah panen singkong sama jagung kita sudah menanam singkong dan jagung tapi sebelumnya tidak bisa panen karena musim kemarau. Nanti kedepan kita evaluasi, berarti lumbung-lumbung airnya yang harus kita buat dulu," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakanpenandatangan MoU ini guna mempercepat peningkatan produksi dan mengembalikan swasembada pangan yang pernah diraih 3 tahun sebelumnya serta memperkuat pertanian guna menghadapi ancaman dampak El Nino, salah satunya dengan mengoptimasi lahan tidur dan potensi lahan rawa mineral seluas 10 juta hektare.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.