Menkes Targetkan Tenaga Cadangan Kesehatan Naik Level

Selasa, 05 Des 2023, 20:13 WIB

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menargetkan tenaga cadangan kesehatan Indonesia bisa naik level. Menurutnya, hal ini penting agar tenaga cadangan kesehatan Indonesia bisa membantu penanganan kesehatan baik untuk bencana alam, kesehatan, maupun perang lebih optimal.

Ket. Foto: Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, dalam siaran Gladi Lapangan Tenaga Cadangan Kesehatan Bencana Gempa Bumi Sesar Lembang, Selasa (5/12). — Sumber: Muhamad Ma'rup

"Di Turki kita kirim tenaga cadangan kita. Kita tidak bisa langsung masuk karena kita baru level 1. Level 1 itu belum boleh operasi. Hanya boleh fungsi kesehatan masyarakat," ujar Menkes, dalam siaran Gladi Lapangan Tenaga Cadangan Kesehatan Bencana Gempa Bumi Sesar Lembang, Selasa (5/12).

Dia menerangkan, level tenaga cadangan kesehatan ditentukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berdasarkan standar-standar yang ada. Adapun baru 10 negara yang sudah berada di level 2.

Menkes menambahkan, tenaga cadangan kesehatan perlu terus dilatih untuk menjaga kesiapannya. Di sisi lain, latihan juga penting agar tenaga cadangan kesehatan Indonesia bisa masuk ke level 2.

"Latihan ini kita susun dengan satu target yaitu dalam waktu secepat mungkin tim tenaga kesehatan indonesia bisa disetujui oleh WHO masuk ke level 2. Sehingga kalau ada bencana ada perang di tempat lain saya bisa bangga mengirim tenaga cadangan kesehatan Indonesia," jelasnya.

Dia mengungkapkan, tenaga cadangan kesehatan sama pentingnya dengan tentara cadangan. Tenaga cadangan kesehatan bertujuan untuk memperkecil korban yang wafat ketika terjadi bencana atau peperangan.

"Selama ini kita tidak pernah melihat, mengantisipasi, mempersiapkan, selengkap dan sehebat di TNI polri yang menyiapkan tentara cadangannya. Itu sebabnya kita harus latih," katanya.

Budi menekankan, pentingnya peran tenaga cadangan kesehatan karena Indonesia kerap dilanda bencana. Dalam setahun, ada sekitar 2.500 sampai 3.000 bencana terjadi di Indonesia.

"Tenaga cadangan ini dibentuk bukan karena perang dengan penyakit itu menelan korban paling banyak dalam sejarah Indonesia, tapi frekuensinya paling sering," ucapnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.