Pengurangan Anggaran Pupuk Subsidi Rugikan Petani

Sabtu, 02 Des 2023, 08:35 WIB

JAKARTA - DPR RI mempertanyakan kebijakan pemerintah menurunkan anggaran pupuk subsidi di tengah kelangkaan pupuk di petani. Bahkan, saat ini, pemerintah hanya menganggarkan subsidi pupuk sebesar 7,8 juta ton atau sepertiga dari usulan seluruh kebutuhan pupuk di kabupaten/kota di Indonesia.

"Musim hujan sudah datang. Petani sudah mulai melakukan persiapan penanaman. Namun, banyak keluhan petani terkait ketersediaan pupuk subsidi yang sulit didapat. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah dari tahun ke tahun malah terus menurunkan anggaran pupuk subsidi. Saat ini, sekitar 7,8 juta ton atau sepertiga dari seluruh usulan kebutuhan pupuk dari kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Alhasil, petani semakin sulit mendapatkan pupuk urea," kata anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono, dikutip dari laman resmi DPR RI, Jumat (1/12).

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Menurut dia, sejatinya pupuk subsidi itu tujuan utamanya untuk mengurangi cost dari petani. Masih banyak petani yang belum sejahtera karena produksinya itu tidak sepadan dengan nilai jual produk pertanian yang dihasilkan.

Dia menekankan jika tujuannya meningkatkan kesejahteraan petani, selain meningkatkan produksi, namun jumlah subsidi terus dikurangi.

"Sehingga pertanyaannya, apakah ini memang niat yang benar-benar tulus dari pemerintah untuk bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan juga meningkatkan produksi atau tidak," ungkapnya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, memaparkan, selain berkurangnya anggaran, kendala lain pupuk subsidi ini yakni mengenai implementasinya.

"Masih ada gap antara pelaksanaan dengan realita di lapangan. Ini yang harus segera diselesaikan pemerintah," tegas Awan ketika dihubungi Koran Jakarta, Jumat (1/12).

Distribusi Terkendala

Sementara itu, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, berkomitmen membenahi masalah pupuk subsidi ini. Diakuinya, pendistribusian pupuk subsidi masih menemui banyak kendala. Akibatnya, ada satu juta pupuk mengendap di gudang-gudang produsen pupuk nasional sebagai imbas dari regulasi yang mengharuskan petani memiliki Kartu Tani.

Menurutnya, kejadian tersebut disebabkan adanya kebijakan yang kurang tepat sehingga perlu diperbaiki. "Karena Kartu Tani tidak bisa berlaku di tempat yang remote. Kita membuat regulasi mempermudah petani, bukan mempersulit petani," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan sedang menyusun kebijakan yang dinilainya dapat mempermudah petani mengakses pupuk. Ke depan, petani bisa mengambil pupuk tanpa perlu menunjukkan Kartu Tani sebagaimana berlaku selama ini. Namun, petani tetap diharuskan menjadi kelompok tani untuk memudahkan monitor dan evaluasi.

pa

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.