- Home
-
- Luar Negeri
-
- WMO: 2023 Akan Jadi Tahun ...
WMO: 2023 Akan Jadi Tahun Terpanas Dalam Sejarah
Jumat, 01 Des 2023, 16:55 WIBLONDON - Badan cuaca PBB pada Kamis menyatakan bahwa 2023 kemungkinan bakal menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah sehingga lembaga tersebut menekankan perlunya tindakan segera untuk mengatasi perubahan iklim.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengeluarkan peringatan bahwa bencana banjir, kebakaran hutan, pencairan gletser, dan gelombang panas akan menjadi lebih umum dan intens di masa depan.
Menurut WMO, suhu rata-rata global pada 2023 telah meningkat sekitar 1,4 derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri.
Suhu global saat ini hanya 0,1 derajat di bawah batas 1,5 derajat Celcius yang ditetapkan oleh Perjanjian Iklim Paris pada 2015.
Perjanjian Paris adalah perjanjian internasional yang ditandatangani oleh hampir 200 negara yang bertujuan mencegah supaya kenaikan suhu global tidak lebih dari 1,5 derajat Celcius pada akhir abad ini.
WMO menyebut tingkat karbon dioksida di atmosfer telah melonjak hingga 50 persen di atas level yang pernah tercatat pada era pra-industri.
Badan cuaca global itu memperingatkan bahwa suhu akan terus naik selama bertahun-tahun ke depan.
Peningkatan tingkat karbon dioksida di atmosfer yang mengkhawatirkan ini menunjukkan bahwa suhu akan terus meningkat dalam jangka waktu lama, bahkan jika langkah-langkah pengurangan emisi drastis diterapkan, katanya.
Badan tersebut juga menyoroti bahwa periode 2015 hingga 2023 merupakan periode paling hangat yang pernah tercatat.
Meskipun temuan tersebut mencakup data hingga Oktober, WMO menegaskan bahwa dua bulan terakhir tahun ini tidak mungkin cukup untuk mencegah tahun 2023 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah.
- pbb
- Kebakaran Hutan Dan Lahan
- kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
- Kebakaran Hutan
- Perubahan Iklim
- Gelombang Panas
- Suhu Panas
- Organisasi Meteorologi Dunia (WMO)
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Doa Bersama Digelar untuk Keselamatan Jurnalis di Anak Krakatau
-
Hari Jadi Karawang, Karangan Bunga Diganti dengan Bibit Pohon
-
Indonesia Berpotensi Digugat ke Mahkamah Internasional Jika Gagal Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan
-
Kisah Tragis Orangutan Sempurna di Ketapang, Ditemukan Kritis hingga Akhirnya Mati.
-
Perkembangan IHK periode Agustus 2026
-
Baku Tembak Dua Badan Intelijen Ukraina: Tiga Luka, Zelenskyy Murka
-
Hadapi Kemarau Ekstrem, Petani Jepang Beralih ke Varietas Padi Tahan Panas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.