AS Kembali Jelajahi Bulan pada Awal 2024

Jumat, 01 Des 2023, 02:25 WIB

WASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) akan mencoba sekali lagi mendaratkan wahana luar angkasa di Bulan pada 25 Januari mendatang, setelah lebih dari 50 tahun misi Apollo berakhir. Informasi itu diucapkan oleh pimpinan perusahaan swasta pertama yang berhasil mendarat di permukaan Bulan pada Rabu (29/11).

"Wahana pendarat tak berawak Peregrine yang dikembangkan oleh perusahaan Astrobotic, akan membawa instrumen NASA untuk mempelajari lingkungan Bulan sebagai antisipasi misi berawak Artemis NASA," kata CEO Astrobotic, John Thornton.

Ket. Foto: Wahana pendarat Bulan, Peregrine, buatan perusahaan Astrobotic — Sumber: NASA/Astrobotic

Beberapa tahun yang lalu, NASA memilih untuk menugaskan perusahaan-perusahaan AS untuk mengirimkan eksperimen dan teknologi ilmiah ke Bulan melalui sebuah program yang disebut CLPS (Commercial Lunar Payload Services) dengan biaya lebih rendah.

Peregrine rencananya akan diluncurkan pada 24 Desember dari Florida, diangkut oleh roket Vulcan Centaur buatan grup industri ULA. Wahana pendarat Peregrine akan memerlukan beberapa hari untuk mencapai orbit Bulan dan harus menunggu hingga 25 Januari sebelum mencoba mendarat secara mandiri, kata Thornton.

Hingga saat ini hanya empat negara yang berhasil mendarat di Bulan yaitu AS, Russia, Tiongkok, dan yang terbaru adalah India. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.