Perkuat Tata Kelola Stok Pangan

Kamis, 30 Nov 2023, 09:34 WIB

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperkuat sistem tata kelola Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat produsen, pelaku usaha, dan konsumen. Upaya ini dilakukan sesuai amanat Perpres 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah, khususnya untuk komoditas pangan pokok strategis.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani menjelaskan salah satu manfaat CPP untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat produsen dengan membeli hasil panen petani dan peternak dengan harga wajar, khususnya ketika harga sedang anjlok. Selain untuk operasi pasar Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), CPP juga disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti pada penyaluran bantuan pangan beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Pada Februari 2023 menjelang Lebaran, para peternak layer mulai menjerit karena harga telur cenderung turun meskipun harga jagung tak turun. Saat itu, Bapanas mulai menyerap daging dan telur ayam ras dari peternak kecil mandiri untuk disalurkan kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di tujuh provinsi. Upaya ini merupakan salah satu bentuk optimalisasi fungsi CPP yang bisa memberikan banyak manfaat khususnya kepada produsen dan masyarakat yang membutuhkan.

"Jadi fungsi dari CPP kita laksanakan pada 2023 adalah menjaga di hulu mencegah terjadi kerugian di peternak layer dan peternak ayam broiler, tapi di sisi konsumen para keluarga yang berisiko stunting ini mendapatkan tambahan asupan protein hewani," jelasnya dalam webinar di Jakarta, Rabu (29/11).

Dari sisi operasional, penugasan pengelolaan CPP diberikan kepada Perum Bulog untuk komoditas pangan pokok strategis seperti beras, jagung, dan kedelai. Sementara ID FOOD untuk komoditas pangan pokok strategis lainnya seperti daging ayam, telur, dan gula.

Adapun dari sisi infrastruktur, pada 2022 - 2023, Bapanas memfasiitasi pembangunan 30 sarana dan prasarana (sarpras) rantai dingin atau cold chain di 12 provinsi sentra produksi untuk menjaga stok bawang merah, cabai, dan daging ayam ras. Sarpras tersebut mencakup cold storage, reefer container, heat pump dryer, serta air blast freezer.

Deputi Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden (KSP), Edi Priyono mengatakan, di sektor hilir, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Harga Acuan Pembelian (HAP) untuk menjaga harga di tingkat produsen.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.