Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kelompok Bersenjata Rebut Perlintasan Perbatasan di Utara

📅 Senin, 27 Nov 2023, 02:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kelompok Bersenjata Rebut  Perlintasan Perbatasan di Utara Doc: AFP
Ket. Gerbang Perlintasan Perbatasan I Seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor sambil membonceng seorang anak, melintasi gerbang perlintasan perbatasan Myanmar-Tiongkok di Kota Muse, Negara Bagian Shan, pada Juli 2021 lalu. Pada Minggu (26/11) dilaporkan kelompok etnis minoritas bersenjata di Myanmar telah merebut sebuah perlintasan perbatasan dari tangan junta.

Kelompok etnis bersenjata minoritas berhasil merebut perlintasan perbatasan di utara yang menghubungkan Myanmar dengan Tiongkok setelah terjadi bentrokan sejak Jumat pekan lalu.

BANGKOK - Kelompok etnis minoritas bersenjata di Myanmar telah merebut kendali dari junta yang berkuasa di negara itu atas perlintasan perbatasan yang menguntungkan ke Tiongkok, kata media lokal dan sumber keamanan pada Minggu (26/11).

Perebutan itu terjadi setelah sebelumnya terjadi bentrokan di Negara Bagian Shan, Myanmar utara, dekat perbatasan Tiongkok, setelah aliansi bersenjata tiga kelompok etnis minoritas melancarkan serangan terhadap militer sejak Oktober lalu.

Serangan yang dilakukan oleh Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA), salah satu dari tiga kelompok sekutu, berhasil merebut gerbang perbatasan Kyin San Kyawt, kata sebuah media lokal yang berafiliasi dengan kelompok tersebut.

"MNDAA juga melaporkan bahwa mereka menguasai satu lagi gerbang perdagangan perbatasan, yang disebut Kyin San Kyawt, di daerah Mongko, Distrik Muse pagi ini," lapor laman berita Kokang pada Minggu.

Kokang menambahkan bahwa aliansi tersebut, termasuk Tentara Arakan (AA) dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA), telah mengambil posisi lain di zona perdagangan perbatasan setelah serangan dimulai pada Jumat (24/11) pekan lalu.

"MNDAA telah mengibarkan benderanya di zona perdagangan perbatasan di Kyin San Kyawt," kata seorang narasumber keamanan kepada AFP.

Gerbang tersebut dibuka kembali pada tahun 2022 setelah pandemi Covid-19, dan merupakan titik perdagangan utama di sepanjang perbatasan Myanmar-Tiongkok.

Meningkatnya pertempuran telah memukul perekonomian Myanmar yang sudah terpuruk, merusak perdagangan lintas batas yang penting dan tidak memberikan pajak dan devisa yang sangat dibutuhkan militer.

Perundingan di Jakarta

Terkait dengan konflik di Myanmar, Indonesia mengatakan pihaknya telah menjadi tuan rumah bagi perundingan yang positif dengan pihak-pihak utama dalam konflik Myanmar dalam upaya untuk memulai proses perdamaian yang tersendat-sendat hampir tiga tahun setelah kudeta militer menggulingkan pemerintahan yang dipilih secara demokratis di negara tersebut.

Indonesia yang jadi ketua blok Asean pada 2023, telah mempelopori upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis ini, meskipun upaya untuk memberlakukan rencana lima poin yang disepakati dengan penguasa militer Myanmar tidak membuahkan hasil.

Pertemuan tersebut, yang diadakan antara tanggal 20 dan 22 November di Jakarta, melibatkan kelompok pro-demokrasi, kelompok bersenjata dari etnis minoritas, dan mitra wicara dari junta yang berkuasa, ungkap sebuah pernyataan itu pada tanggal 24 November lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.