Korut Berhasil Luncurkan Satelit

Kamis, 23 Nov 2023, 02:50 WIB

SEOUL - Korea Utara (Korut) pada Rabu (22/11) mengatakan bahwa mereka berhasil menempatkan satelit mata-mata militer ke orbit, dan media pemerintah mengklaim bahwa pemimpin Kim Jong-un telah melihat gambar pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Guam yang dikirim oleh satelit mata-mata Korut dari angkasa.

Menyikapi keberhasilan itu, AS, Korea Selatan (Korsel), dan Jepang, segera mengecam peluncuran yang melanggar sanksi tersebut, yang merupakan upaya ketiga Pyongyang tahun ini untuk menempatkan satelit ke orbit, dan yang pertama sejak Kim Jong-un bertemu Presiden Vladimir Putin di kosmodrom Russia pada September lalu.

Ket. Foto: Saksikan Peluncuran l Pemimpin Korut, Kim Jong-un (membelakangi kamera) saat menyaksikan peluncuran roket yang membawa satelit mata-mata Malligyong-1 dari Situs Peluncuran Satelit Sohae pada Selasa (21/11) malam. Peluncuran satelit ini sukses setelah dua peluncuran sebelumnya mengalami kegagalan. — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

Setelah upaya yang gagal pada Mei dan Agustus, kantor beritaKCNAmelaporkan bahwa sebuah roket telah diluncurkan pada Selasa (21/11) malam. "Roket itu secara akurat berhasil menempatkan satelit pengintai Malligyong-1 pada orbitnya," laporKCNA.

Gambar-gambar di media pemerintah menunjukkan Kim Jong-un menyaksikan peluncuran tersebut, lalu tersenyum dan melambaikan tangan, dikelilingi oleh para ilmuwan dan insinyur berseragam putih yang merayakan keberhasilan satelit tersebut.

"Satelit tersebut akan secara resmi memulai misi pengintaiannya mulai 1 Desember setelah menyelesaikan proses penyesuaian selama 7 hingga 10 hari," kataKCNAseraya menambahkan bahwa satelit tersebut sudah mengirimkan gambar.

"Pemimpin Kim Jong-un telah menyaksikan foto-foto luar angkasa dari Pangkalan Angkatan Udara Anderson, Pelabuhan Apra, dan pangkalan militer besar pasukan AS lainnya yang diambil di langit di atas Guam di Pasifik, yang diterima pada pukul 09.21 pada tanggal 22 November," ungkapKCNA.

Reaksi AS

Atas diluncurkannya satelit mata-mata Korut, Washington DC mengatakan peluncuran tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap serangkaian resolusi PBB yang melarang Pyongyang melakukan uji coba teknologi balistik yang digunakan dalam misil dan roket peluncuran satelit.

Sebagai tanggapan, Seoul pada Rabu segera menangguhkan sebagian perjanjian militer tahun 2018 dengan Korut, dan mengatakan akan melanjutkan operasi pengawasan di sepanjang perbatasan mereka.

Militer Korsel mengatakan satelit mata-mata tersebut dinilai telah memasuki orbit, berdasarkan analisis komprehensif informasi jalur penerbangan dan berbagai keadaan. Namun pihaknya menambahkan bahwa menentukan apakah satelit tersebut benar-benar beroperasi akan memakan waktu.

Berbicara di pusat peluncuran luar angkasa Pyongyang, pemimpin Kim Jong-un mengklaim perkembangan tersebut berarti Korut kini memiliki "mata kedua" yang mampu melihat jarak yang sangat jauh dan "tinju" kuat yang mampu melakukan pukulan pada jarak yang sangat jauh, kemungkinan mengacu pada misil balistik antarbenua milik Korut yang diklaim bisa menghantam daratan AS.

Kim menekankan sekali lagi bahwa perlu untuk mengoperasikan lebih banyak satelit pengintaian untuk meningkatkan alat serangan militer serta untuk pertahanan diri.

Sementara para pakar menyatakan peluncuran satelit itu juga tampaknya mengawali perlombaan antariksa di semenanjung tersebut, karena Korsel pun berencana meluncurkan satelit mata-mata pertamanya dengan roket SpaceX pada akhir bulan ini.

Keberhasilan menempatkan satelit mata-mata ke orbit akan meningkatkan kemampuan pengumpulan intelijen Korut, khususnya di Korsel, dan menyediakan data penting dalam setiap konflik militer, kata para ahli.AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.