Pemilahan Investasi bagi Asing Harus Jelas
Selasa, 21 Nov 2023, 10:54 WIBJAKARTA - Langkah pemerintah mendahulukan minat investor domestik dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai sudah tepat mengingat kawasan tersebut merupakan simbol negara. Meski demikian, pemerintah tetap membutuhkan investor asing untuk membangun IKN, mengingat keterbatasan angaran negara untuk proyek strategis nasional (PSN) tersebut.
"Apakah lebih baik mendahulukan investor dalam negeri? Iya, menurut saya, karena di Ibu Kota atau IKN ini merupakan simbol negara yang sebaiknya memang sedapat mungkin dibiayai oleh sendiri," kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal, di Jakarta, Senin (20/11).
Namun, kata Faisal, investor dari luar negeri juga dibutuhkan saat pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mencukupi untuk menyokong pembangunan IKN.
Dia juga menyoroti pentingnya pemerintah untuk melakukan pemilahan proyek mana yang boleh dan yang tidak boleh dimasuki oleh investor asing. Selain itu, pemerintah juga perlu mematangkan perencanaan bagi investor asing yang hendak masuk ke IKN dengan sesegera mungkin.
Faisal mengingatkan investor akan mempertimbangkan potensi manfaat yang bisa didapatkan dalam jangka waktu menengah dan panjang. Kepercayaan investor juga bergantung pada sejauh mana tingkat keseriusan pemerintah dan konsistensi kebijakan sejalan dengan pergantian kepemimpinan di tahun 2024.
Selain itu, keyakinan investor juga akan dipengaruhi oleh seberapa besar insentif yang disediakan pemerintah, dan seberapa cepat pembangunan IKN di tahap awal. "Jadi, kalau dengan asumsi itu semua dilakukan dengan lancar dan optimal (oleh pemerintah), semakin bagus, maka semakin menarik bagi investor," ujar dia.
Heterogenitas Investor
Pada kesempatan terpisah, Wakil Dikrektur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, memandang investasi domestik dan asing di dalam proyek IKN perlu diwujudkan secara paralel. Menurut dia, heterogenitas investor yang masuk juga akan menimbulkan optimisme terhadap pembangunan IKN hingga di masa depan.
"(Investor) dalam negeri oke. Itu juga menunjukkan fokus untuk mendorong dalam negeri oke. Tapi, menurut saya, memang tidak bisa dipungkiri kebutuhan untuk investor luar negerinya tinggi juga. Kenapa? Karena narasi yang mau dibangun itu adalah sebuah kota baru," kata Eko.
Pemerintah merencanakan pembangunan IKN hingga 2045 dengan komposisi pendanaan 20 persen berasal dari APBN, sementara sisanya atau 80 persennya melalui skema kemitraan pemerintah-swasta (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha/ KPBU).
Seperti diketahui, usai melepas bantuan untuk Palestina di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (20/11) pagi, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah masih mendahulukan minat investor dalam negeri di tengah pengajuan 300 surat minat investasi atau Letter of intent (LoI) dari pengusaha asing terkait proyek IKN.
Meski begitu, menurut Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), investor asing sebenarnya sudah masuk ke IKN walaupun hanya sebagai bagian dari mitra para investor domestik. Seiring dengan pesatnya pembangunan dan pergerakan investor dalam negeri, pemerintah meyakini minat investor asing akan terus bertambah dan segera masuk untuk berinvestasi di IKN.
Sebelumnya, Sekretaris Otorita IKN, Achmad Jaka Santos Adiwijaya, melaporkan LoI yang diterima oleh pihaknya mencapai lebih dari 300 LoI. Sebanyak 103 di antaranya merupakan LoI untuk pembangunan di sektor perumahan. 71 LoI lainnya merupakan sektor komersial.
Infrastruktur pendidikan menjadi sektor ketiga yang juga diminati dalam pembangunan IKN dengan 63 LoI, sedangkan sisanya merupakan sektor transportasi dan fasilitas kesehatan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Bikin Sulit Rakyat! Gas Bersubsidi Dioplos di Tanjung Priok, Lima Pelaku Ditangkap
-
Regulasi Baru Guncang Peta Persaingan F1
-
Pemerintah Harus Perbaiki Komunikasi dengan Investor AS
-
Prancis akan Meningkatkan Jumlah Hulu Ledak Nuklirnya
-
Dinas Perpustakaan Makassar Terima Donasi Buku 1.500 Judul
-
Banjir Rendam Kabupaten Tangerang, PMI Kerahkan 160 Relawan dan Dirikan 11 Posko
-
Kemiskinan Jadi PR Besar, Tahun Ini Pemerintah Pasang Fokus Utama
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.