Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenag Hemat Rp1,6 Triliun Rupiah Anggaran Diklat

📅 Minggu, 19 Nov 2023, 19:55 WIB | Oleh:
Kemenag Hemat Rp1,6 Triliun Rupiah Anggaran Diklat Doc: Muhamad Ma'rup
Ket. Kepala Badan Litbang dan Diklat, Kemenag, Suyitno.

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mampu menghemat 1,6 triliun rupiah anggaran pendidikan dan pelatihan (diklat). Efisiensi anggaran ini tidak lepas dari pemanfaatan digitalisasi layanan pelatihan yang menjadi program prioritas.

"Dengan teknologi digital, pelatihan tak lagi manual. Dirancang dengan learning system, manajemen pembelajaran, dan aplikasi yang mudah, cepat dan aksesibel," ujar Kepala Badan Litbang dan Diklat, Kemenag, Suyitno, di Jakarta, Minggu (19/11).

Dia menjelaskan, bahwa efisiensi anggaran mencapai 1,6 triliun rupiah didapatkan dengan perhitungan jumlah peserta yang mencapai 284.054 orang dalam 15 bulan terakhir. Jika digelar tatap muka, per 30 orang dan rata-rata menghabiskan anggaran 170 juta rupiah.

"Jumlah 284 ribu itu setara dengan 9.468 kelas. Jika dikalikan dengan Rp170 juta akan menghasilkan angka Rp1,6 triliun. Itulah efisiensinya," jelasnya.

Suyitno menerangkan, jika dulu pelatihan tatap muka setahun hanya menjangkau ribuan peserta, sekarang bisa menjangkau ratusan ribu. Adapun teknologi yang digunakan berbasis transformasi digital melalui Massive Open Online Course (MOOC) Pintar.

Dia optimistis jika ASN meningkat kompetensinya, Kementerian Agama akan memanen keuntungan. Organisasinya adaptif dengan perubahan, agile organization dan kualitas layanan kepada masyarakat juga pasti membaik.

"Inilah yang sedang kita perjuangkan bersama, pelatihan akan meningkatkan demokratisasi pengetahuan. Semua orang berhak mendapatkan pengetahuan, di manapun mereka berada dan kapan pun mereka mau," tandasnya.

Staf Khusus Menteri Agama bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mengatakan, transformasi digital adalah keharusan. Hal tersebut memudahkan akses publik terhadap layanan Kementerian Agama, termasuk dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

"Transformasi digital itu keharusan zaman. Ini akan memudahkan akses publik terhadap layanan Kementerian Agama. Selain mudah, layanan pun menjadi murah dan cepat," katanya.

Dia menyebut, akses yang mudah dan murah sangat penting, karena masyarakat masa kini membutuhkan kecepatan. Ada juga aspek transparansi dalam pemanfaatan teknologi. "Hal penting lainnya tentu adalah efisiensi anggaran," sebutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.