Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jadi Cagar Budaya, Kondisi Rumah Adat Suku Dayak Betang Tumbang Gagu Memprihatinkan

📅 Minggu, 19 Nov 2023, 09:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jadi Cagar Budaya, Kondisi Rumah Adat Suku Dayak Betang Tumbang Gagu Memprihatinkan Doc: ANTARA/HO-Disbudpar Kalteng
Ket. Foto Arsip - Tim Ahli Cagar Budaya dan Pamong Budaya melakukan verifikasi lapangan dan validasi data Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yakni Betang Antang Kalang, Desa Tumbang Gagu, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

SAMPIT - Rumah adat Betang Tumbang Gagu dan Rumah Kai Jungkir ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) oleh Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Kami berharap beberapa catatan yang telah disampaikan bisa ditindaklanjuti untuk disempurnakan. Kondisi bangunannya juga diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah," kata Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kalteng Muslimin AR Efendy di Sampit, Minggu (19/11).

Persetujuan dan penetapan telah dilakukan melalui sidang Tim Ahli Cagar Budaya Kalteng dalam rangka pemeringkatan cagar budaya tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur 2023.

Sidang para ahli ini diikuti sejumlah pihak secara virtual dipimpinSekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kalteng Maria Diya Aden. Sesuai Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 Pasal 5 dan 44, kata dia, ditegaskan perlunya penetapan cagar budaya tingkat kabupaten.

Dalam sidang itu ada empat objek yang diusulkan menjadi cagar budaya yaiturumah khas Suku Dayak yaitu Betang Tumbang Gagu di Desa Tumbang Gagu, Kecamatan Antang Kalang. Rumah panggung berukuran besar terbuat dari kayu ulin ini berusia lebih dari 100 tahun dan memiliki sejarah yang panjang terkait masyarakat Suku Dayak.

Objek kedua yaitu rumah tua Kai Jungkir di Kecamatan Baamang. Kai Jungkir merupakantokoh terkait berdirinya Sampit sehingga makam dan rumah peninggalannya sering dikunjungi wisatawan.

Objek ketiga, dua buah rumah tua di Desa Karuing, Kecamatan Cempaga Hulu. Kemudian objek keempat adalah makam keramat Syekh Abu Hamid bin HM As'ad di Desa Samuda Besar, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Dari empat objek yang diusulkan, dua diterima naskah akademisnya yaitu Betang Tumbang Gagu dan rumah Kai Jungkir. Sedangkan dua lainnya masih perlu dilengkapi beberapa berkas. Dua buah rumah tua Desa Karuing ditunda dalam waktu tiga minggu untuk bisa disetujui dan makam keramat di Samuda Besar masih perlu menambah kajian lagi.

Sementara itu kondisi Betang Tumbang Gagu dinilai memprihatinkan, antara lain dinding betang bagian utama ada yang nyaris roboh, sehingga perlu perbaikan secepatnya???? Betang Tumbang Gagu disebutkan 90 persen bangunannya masih asli. Dalam bangunan rumah panggung ini juga terdapat sepasang meriam dan batu yang disakralkan.Naskah sejarah Betang, lanjutnya juga harus dilengkapi. Apalagi Betang Tumbang Gagu sudah terkenal mancanegara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kotawaringin Timur Utari Riambarwati membenarkan pemerintah daerah (pemda) pernah merehabilitasi Betang Tumbang Gagu, khususnya pada bagian dapur dan tangga. Perbaikan dilakukan sesuai kemampuan dana yang dimiliki daerah.

"Keterbatasan anggaran menjadi kendala. Lokasinya juga jauh untuk perawatan. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Tim Ahli Cagar Budaya. Hasil sidang ini akan jadi dasar untuk meminta perhatian yang lebih dari pemerintah daerah," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.