Pemilu Harus Bermartabat
Jumat, 17 Nov 2023, 01:20 WIBPADANG - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Prof. Mahfud MD menegaskan pentingnya menjalankan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang bermartabat.
"Pemilu yang bermartabat adalah pemilu yang harus sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut sebagai bangsa Indonesia," kata Mahfud MD kepada mahasiswa Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat di Padang, Kamis (16/11).
Hal tersebut disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD usai memberikan kuliah umum di Universitas Andalas bertemakan "Mewujudkan Pemilu 2024 yang demokratis dan bermartabat".
Ia mengatakan pemilu yang bermartabat juga harus dan wajib dijalankan dengan etika serta aturan hukum yang berlaku. "Jadi, pemilu yang bermartabat itu ada nilai yang kita anut kemudian ada etika serta norma atau aturan hukum," ucap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut.
Di hadapan civitas akademika Unand, Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Indonesia ke-24 tersebut mengatakan setiap individu boleh menyampaikan aspirasi atas dasar ikatan primordial. "Saudara memilih seseorang atas dasar kesamaan agama itu boleh, karena kesamaan suku itu boleh, atau karena kesamaan profesi itu juga boleh," ujarnya.
Sebab, orang yang memilih pada dasarnya ingin mencari orang juga sepemikiran dengannya untuk memperjuangkan apa yang diinginkan bersama. Namun, yang tidak boleh ialah menggunakan ikatan primordial sebagai politik identitas.
Ia menjelaskan politik identitas adalah cara-cara politik yang menggunakan identitas diri sebagai alat untuk menundukkan dan mendiskriminasikan orang lain. Sebagai contoh seseorang dari suku Jawa apabila terpilih menjadi pemimpin maka etnis lain akan disingkirkan. Contoh lainnya, jika seorang pemeluk Hindu apabila terpilih maka umat Muslim akan disingkirkan.
"Tapi kalau saudara memilih atas dasar kesamaan agama, itu boleh. Sebab, calon pemimpin saudara akan membawa aspirasi bersama," tuturnya.
Gunakan Hak Pilih
Dalam kesempatan itu, Mahfud MD mengatakan pemilu bukan untuk memilih sosok atau calon yang sempurna. "Pemilu adalah memilih orang-orang yang dianggap lebih baik dibandingkan yang lain, atau orang-orang yang jeleknya lebih sedikit dibandingkan yang lain," katanya.
Mahfud mengkhawatirkan apabila individu yang idealis tidak memberikan hak suara hanya karena ingin calon yang maju adalah sosok yang sempurna, maka orang yang tidak baik berpotensi menang.
Oleh karena itu, akademisi dan politisi kelahiran Sampang 13 Mei 1957 tersebut mengajak masyarakat di Tanah Air untuk memberikan hak pilihnya pada 14 Februari 2024. "Siapapun yang mau saudara pilih, ya pilih saja. Kampanye atau memberitahu kepada masyarakat ini (calon) yang bagus itu juga boleh asal tidak dengan tekanan atau penipuan," ucapnya.
Dalam kuliah umumnya, Prof Mahfud juga mendorong dan mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut bergabung dalam sebuah gerakan mewujudkan pemilu yang berintegritas. Gerakan ini bertujuan untuk melaporkan apabila melihat dugaan kecurangan yang kemudian diviralkan.
Menurutnya, hal tersebut penting dilakukan dengan catatan laporan atau temuan yang diviralkan tidak mengada-ada atau bohong. Pemerintah juga berencana membuat sentral pengamanan pemilu yang real time.
"Saya berharap putra dan putri Universitas Andalas ikut berpartisipasi untuk menjaga Pemilu 2024 ini betul-betul bermartabat, jujur dan adil," harap dia.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
SAFEnet Terima 1.902 Laporan Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online
-
Inilah Daftar Juara Liga Inggris Dalam 10 Tahun Terakhir
-
'Mana Ada Maling Ngaku!' Mahfud MD Angkat Bicara Ketika Budi Arie Dituding Dalangi Judi Online
-
Mahfud MD Bongkar Teori Konspirasi Riza Chalid Dalangi Kericuhan Demo DPR
-
Sindiran Mahfud MD di Forum Polri: Bongkar 27 Masalah Internal dan Beri Peringatan Keras Soal Bahaya Kekuasaan!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.