Inovasi di Kawasan Perbatasan, BNPP dan ANRI Bangun Galeri Arsip di PLBN Skouw

Kamis, 16 Nov 2023, 11:35 WIB

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang dikepalai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bekerjasama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) ciptakan terobosan baru di kawasan perbatasan negara, yaitu pembangunan Galeri Arsip Perbatasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua, yang berbatasan dengan Papua Nugini.

"BNPP bekerjasama dengan ANRI melakukan inovasi dengan membangun Galeri Arsip Perbatasan di dalam gedung Zona Inti PLBN Skouw Papua," ungkap Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris BNPP, Robert Simbolon, (16/11/2023).

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Humas BNPP

Robert melanjutkan, kerjasama pembangunan galeri ini telah digagas lama oleh Kepala ANRI dan didukung penuh oleh Kepala BNPP, Tito Karnavian.

"Launching akan dilaksanakan pada tanggal 17 November 2023 di PLBN Skouw Papua," ungkap Robert, yang menjabat Deputi Bidang Pengelolan Batas Wilayah Negara BNPP.

Robert menjelaskan, bahwa arsip perbatasan sendiri merupakan jenis arsip terjaga yang berkaitan dengan keberadaan dan kelangsungan hidup bangsa dan negara yang harus dijaga keutuhan, keamanan, dan keselamatannya. BNPP selaku pencipta arsip berkewajiban untuk memelihara, melindungi dan menyelamatkan arsip yang termasuk kategori arsip terjaga.

"Galeri arsip perbatasan ini merupakan upaya melestarikan arsip-arsip terjaga yang dimiliki bangsa Indonesia agar dapat dikelola dengan baik," ujarnya.

Robert berharap, disamping berfungsi sebagai penyimpanan arsip, galeri ini juga menjadi sarana informasi, edukasi, hiburan dan membangun perilaku masyarakat yang sadar akan arti penting arsip. "Nantinya, para pelintas batas dapat singgah sebentar, sambil menunggu proses pemeriksaan dan pelayanan imigrasi misalnya, untuk mengunjungi galeri arsip perbatasan ini," tutur Robert.

PLBN Skouw Menjadi Pilihan

Daputi Bidang Konservarsi Arsip ANRI, Kandar, mengungkapkan pemilihan lokasi PLBN Skouw sebagai kali pertama pembangunan Galeri Arsip Perbatasan adalah karena letaknya di Provinsi Papua, salah satu dikawasan timur Indonesia yang mendapat perhatian penuh dalam percepatan pembangunan oleh Pemerintah Indonesia.

"Siapa tak kenal Papua, sebuah wilayah paling timur Indonesia. Papua juga merupakan salah satu lintas batas negara, yaitu antara Indonesia dan Papua Nugini. Papua mempunyai sejarah panjang, setelah sebelumnya berada di bawah Kesultanan Tidore, kemudian dijajah oleh Belanda, hingga akhirnya kembali ke pangkuan ibu pertiwi Republik Indonesia," ungkap Kandar.

Kandar melanjutkan, pembangunan PLBN oleh Pemerintah dilakukan untuk menjaga kedaulatan negara dan mengurangi disparitas serta memeratakan pembangunan infrastruktur khususnya di kawasan perbatasan.

"Dengan peluncuran Galeri Arsip Perbatasan perdana ini di PLBN Skouw, diharapkan akan melengkapi upaya pembangunan fisik yang telah dilakukan Pemerintah dengan pembangunan non fisik, berupa informasi dan edukasi melalui peran arsip sebagai memori kolektif bangsa yang harus dijaga," tutur Kandar.

Dalam kerjasama ini sendiri, Kandar memaparkan, pihak BNPP menyiapkan lokasi dan sarana prasarana pendukung kegiatan pengelolaan galeri arsip ini. Sedangkan, ANRI mempersiapkan dan menyediakan bahan materi arsip dari galeri tersebut dan pengelolaannya sehari-hari.

"Nantinya peran dalam kolaborasi ini diharapkan berlanjut ke PLBN-PLBN lainnya," tukasnya.

Sementara itu, Deputi Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan ANRI, Andi Kasman yang juga akan hadir pada acara Peluncuran Galeri Arsip Perbatasan si PLBN Skouw tanggal 17 November 2023 nanti, menyatakan bahwa pihaknya sangat concern dengan keberadaan galeri arsip dikawasan perbatasan ini.

"Kami sudah melakukan sosialisasi galeri arsip ini di beberapa PLBN di Provinsi Kalimantan Barat, seperti PLBN Aruk dan PLBN Entikong," tutur Andi.

Disamping itu, menurut Andi, pihaknya juga melakukan sosialisasi penyelenggaraan Sistem lnformasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan lnformasi Kearsipan Nasional (JIKN) di wilayah perbatasan negara. Andi menjelaskan bahwa, ANRI memiliki Jaringan lnformasi Kearsipan Nasional (JIKN) di wilayah perbatasan negara.

"Dengan adanya galeri arsip di PLBN ini bisa membuka informasi dan akses mengenai perbatasan negara jadi memiliki edukasi kepada masyakarat," ujarnya.

Bahan kearsipan yang akan mengisi galeri arsip perbatasan di PLBN Skouw, antara lain: dokumen arsip tentang sejarah kemerdekaan Indonesia, sejarah integrasi Papua ke Indonesia, para tokoh Papua, arsip tentang sosial budaya masyarakat Papua, dalam bentuk dokumentasi foto dan audio visual.

(IKN/TSR)

Penulis: Tim Redaksi

Berita Terbaru

Jangan Cuek! Wawalkot Ingatkan ASN Wajib Tindak Lanjuti Laporan Warga

Perkuat Konektivitas, Tiga Jembatan Garuda Perintis Merah Putih di Kota Bima Diresmikan

Satgas TNI Hadir di Nias Selatan, Pembangunan Jembatan Baru untuk Percepat Pemerataan

Gubernur Andra Soni Tegaskan Banten Bertekad Jadi Pionir Pelayanan Pertanahan Modern

Isu Penggeledahan Pengusaha Terkait TPPU Viral, Ini Klarifikasi Kejati Jambi

Polisi Ungkap Pencurian Emas Rp350 Juta di Pacitan

3 Jembatan Garuda Perintis Merah Putih Diresmikan di Bima, Akses Warga Kini Makin Mudah

120 Calon Bintara TNI AD Berebut Lolos di Manado, Pangdam Ungkap Syarat Pentingnya

Asep Minta Politik Bekasi Tak Sekadar Adu Kepentingan, Kemajuan Daerah Harus Jadi Tujuan

Gebrakan Pemkot Banjarmasin! Pemuda Didorong Jadi Penggerak Pembangunan Daerah

Bukan Sekadar Final! Grand Final IPL Jadi Panggung Uji Asian Games 2026

Strategi Baru Apriyani! Ubah Pola demi Adaptasi di Ganda Campuran

Ambisi Besar Teofimo Lopez: Kuasai Welter WBA, Kini Kejar Gelar Juara Sejati

Anthony Gordon Siap Main sebagai Nomor 9, Ketajamannya Bakal Diuji!

Robert Pattinson Disebut Akan Main dalam Film Horor Pertama Christopher Nolan

Transfer Besar Segera Terwujud! Manchester City Sepakat Datangkan Allan Elias

Transfer Nico Gonzalez ke Newcastle United Kian Nyata, Tinggal Tunggu Ini!

Kabar Baik untuk Warga Banten, Legalitas Tanah Kini Ditargetkan Selesai 10 Hari

Kabar Mengejutkan dari AS, Biaya Visa Kerja H-1B Bisa Tembus Rp1,82 Miliar

Hampir Separuh Warga Terjangkau! Cakupan Cek Kesehatan Gratis di Lebak Capai 47,52 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.