Xi Jinping dan Joe Biden Akan Bertemu di AS Minggu Depan

Sabtu, 11 Nov 2023, 09:26 WIB

WASHINGTON - Presiden AS Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan mengadakan pertemuan pertama minggu depan di sela-sela KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di San Francisco, kata pejabat kedua negara, Jumat (10 /11).

Pertemuan tersebut akan diadakan pada hari Rabu (15/11) dan kedua pemimpin akan membahas berbagai masalah bilateral, regional, dan global serta cara-cara "mengelola persaingan secara bertanggung jawab," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre dalam sebuah pernyataan.

Ket. Foto: Presiden Tiongkok Xi Jinping (kir) dan Presiden AS Joe Biden. Beberapa minggu setelah AS menemukan balon mata-mata Tiongkok, ketegangan kembali meningkat. — Sumber: AFP/SAUL LOEB

Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan Xi akan melakukan perjalanan ke San Francisco dari 14-17 November untuk menghadiri "pertemuan para kepala negara Tiongkok-AS", sekaligus mengonfirmasi rencananya menghadiri pertemuan para pemimpin APEC.

Pertemuan Xi-Biden merupakan kelanjutan dari serangkaian pertemuan dalam beberapa bulan terakhir antara para pejabat tinggi di Beijing, Washington, dan negara lain. Namun pertemuan kali ini akan menjadi pertemuan pertama kedua pemimpin sejak November 2022 di Bali.

Pertemuan hari Rabu nanti bertujuan untuk menstabilkan hubungan yang telah terpuruk, kata seorang pejabat senior AS. Namun ia memperingatkan agar tidak mengharapkan hasil yang besar.

Biden dan Xi juga akan membahas krisis global yang mendesak seperti perang Israel-Hamas dan invasi Rusia ke Ukraina, serta ketegangan mengenai pulau Taiwan yang menjadi titik konflik, kata pejabat yang berbicara tanpa menyebut nama.

Meskipun Biden (80) dan Xi (70) sama-sama menghadiri KTT APEC di San Francisco, para pejabat tidak mengatakan apakah pertemuan mereka akan diadakan di kota itu.

"Tujuan kami adalah mencoba mengambil langkah-langkah yang benar-benar menstabilkan hubungan antara AS dan Tiongkok, menghilangkan kesalahpahaman dan membuka jalur komunikasi baru," kata pejabat tersebut.

"Kami bersaing dengan Tiongkok, namun kami tidak menginginkan konfrontasi konflik atau Perang Dingin baru. Kami mengelola persaingan secara bertanggung jawab."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.