Pemadaman Api di Lereng Gunung Kawi Terkendala Medan Ekstrem
Kamis, 09 Nov 2023, 17:51 WIBMALANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyatakan bahwa proses pemadaman api di lereng Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terkendala medan ekstrem.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, di Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis mengatakan bahwa, medan ekstrem di wilayah Batu Tulis, Petak 193 lereng Gunung Kawi itu membahayakan keselamatan tim pemadam.
"Kondisi lapangan cukup ekstrem, berjurang dan berbukit. Sulit dijangkau dan cukup membahayakan keselamatan tim pemadam," kata Sadono.
Sadono menjelaskan, upaya untuk memadamkan api yang memberikan dampak areal kurang lebih seluas 46 hektare tersebut, juga terkendala adanya kabut yang cukup tebal selama proses pemadaman.
Menurutnya, mayoritas vegetasi yang terbakar pada area tersebut merupakan pohon cemara gunung dan semak belukar. Saat ini, sebaran api yang bermula pada area Batu Tulis Petak 193 tersebut sudah meluas hingga area Savana 1.
"Sebaran api sudah sampai ke Savana 1. Proses pemadaman juga terkendala cuaca yang berkabut cukup tebal," katanya.
Ia menambahkan, saat ini tim gabungan yang tengah berupaya memadamkan api tersebut membutuhkan tambahan peralatan pemadaman seperti sabit, cangkul dan sekop, termasuk tambahan logistik berupa makanan.
"Untuk kebutuhan mendesak, selain peralatan pemadaman, juga dibutuhkan logistik seperti air mineral, makanan siap saji, tambahan gizi dan masker," katanya.
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan terjadi sejak Selasa (7/11) kurang lebih pukul 20.35 WIB tersebut hingga saat ini masih belum diketahui penyebab utamanya. BPBD masih fokus pada upaya pemadaman api dan mengerahkan kurang lebih 50 orang personel.
Lokasi kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Kawi tersebut, berada kurang lebih empat kilometer dari Posko 1 Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Wagir, Kabupaten Malang. Meski berjarak empat kilometer, tim gabungan membutuhkan waktu hingga tujuh jam ke titik itu.
Lokasi kebakaran tersebut memiliki medan yang sulit untuk dijangkau tim gabungan yang memadamkan api menggunakan metode manual.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Cafe Brasserie Expo 2025, Pemeran Kopi, Teh, Cokelat, dan Wine Segera Digelar
-
Jadwal Barcelona vs Real Madrid di Final Super Spanyol: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
-
Kebakaran Hari Ini di Jakarta: 10 Bangunan Hangus di Lalap Api
-
Pemkot Tangerang Optimalkan Literasi Bergerak untuk Edukasi PP Tunas
-
La Liga Spanyol: Barcelona Boros Peluang, tapi Taklukkan Elche untuk Menjauh di Puncak Klasemen
-
Korsleting Listrik Hanguskan Gudang Onderdil Motor di Cengkareng
-
Siapa Dony Tri Pamungkas, Pemain yang Dipuji dan Disukai Calvin Verdonk Gaya Bermainnya? Kenalin Yuk!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.