Keren, Populasi Orang Utan Tumbuh 17 Persen Berkat Hutan Lestari Kalimantan
Jumat, 03 Nov 2023, 00:59 WIBJakarta - Keren, praktik pengelolaan hutan lestari di kawasan konsesi perusahaan di Kalimantan Timur menumbuhkan populasi orang utan sebesar 17 persen, berdasarkan data pantauan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).
Data tersebutmenunjukkan populasi orang utan di konsesi perusahaan yang didampingi YKAN di Kalimantan Timur meningkat dari 508 ekor pada tahun 2018 menjadi 605 ekor pada2022.
"Peningkatan populasi orang utan ini terjadi di wilayah konsesi perusahaan PT Gunung Gajah Abadi Samarinda yang telah menerapkan praktik pengelolaan hutan lestari," kata Direktur Program Terestrial YKAN Ruslandi di Jakarta, Kamis.
Ruslandi menjabarkan peningkatan populasi orang utan di konsesi perusahaan tersebut merupakan hasil dari upaya pengelolaan hutan berkelanjutan.
Upaya ini meliputi, pengembangan perangkatself assessment,monitoring biodiversity, penanganan konflik masyarakat dengan hewan liar, perusahaan-masyarakat dan serta penerapan pembalakan rendah emisi.
"Survei tidak bisa satu kali minimal dilakukan tiga kali dalam setahun karena untuk orang utan jumlahnya berkali lipat," kata Ruslandi.
Menurut Ruslandipenerapan pembalakan rendah emisi atau RIL-C dalam praktik hutan lestari juga turut berkontribusi meningkatkan populasi spesies yang dilindungi tersebut.
PenerapanRIL-C meminimalisasi kerusakan hutan dengan cara menghindari penebangan pohon berlubang, mengatur arah rebah pohon, mengurangi kerusakan pohon besar, dan meminimalkan luas-an jalan angkut.
"Bahkan sisi lainnya juga menurunkan emisi karbon sebanyak 130.750 ton CO2e atau bisa 0,017 persen yang membantu pemerintah mengurangi emisi karbon berdasarkan penelitian dengan BRIN sebagai kunci utama dari praktik RIL-C," kata dia.
YKANbekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur untuk mengintegrasikan implementasi RIL-C ke dalam program kerja Dinas Kehutanan setempat.
YKAN juga memberi pendampingan teknis kepada 27 perusahaan kayu pemegang IUPHHK di Kalimantan Timur dalam mendapatkan sertifikat PHPL dan sertifikasi internasional Forest Stewardship Council (FSC).
"Kami berharap peningkatan populasi orang utan dan emisi karbon ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain untuk menerapkan praktik pengelolaan hutan lestari dan RIL-C," ujar Ruslandi.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rute Bus Baru Lintas Negara Sarawak-Kalimantan Bakal Segera Dibuka
-
BP Tapera Terus Akselerasi Penyaluran Pembiayaan Rumah bagi MBR
-
Penguatan UMKM Strategi Penting Bawa Jakarta Menuju 50 Kota Global
-
Menkeu: Kinerjanya Membaik, Direktorat Jenderal Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan
-
Meta Tambah Perlindungan untuk Remaja, Orang Tua Akan Diberi Notifikasi Jika AI Mendeteksi Tekanan Emosional
-
Ratusan Kapal Iringi Prosesi Larung Sesaji di Perairan Muaragembong Bekasi
-
Mengenali Tanda-tanda Kecemasan Anak pada Masa Awal Masuk Sekolah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.