Harus Kerja Keras, Pemkab Bekasi Targetkan Prevalensi Stunting 14 Persen
Jumat, 03 Nov 2023, 00:09 WIBKabupaten Bekasi - Kerja keras, Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menargetkan angka prevalensi penyakit tumbuh kembang anak atau stunting di angka 14 persen hingga akhir tahun 2023 melalui kolaborasi seluruh otoritas terkait daerah itu.
Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan sejauh ini upaya menekan angka stunting sudah menunjukkan progres signifikan, mengacu jumlah penurunan kasus per tahun. Pada tahun 2021 angka stunting mencapai 21,5 persen sedangkan tahun lalu turun menjadi 17,8 persen.
"Kalau tahun 2023 ini belum selesai tapi target di angka 14 persen, kalau seumpama lebih ya lebih sedikit, tapi angka pastinya masih menunggu November dan Desember 2023 dan terdata pada Januari 2024," katanya saat menghadiri Grebek Sunting di Kantor Kecamatan Cikarang Utara, Kamis.
Dia mengapresiasi jajaran Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Apindo Kabupaten Bekasi yang turut berkontribusi memberikan bantuan telur dan vitamin dalam rangka mengikis angka stunting. Hal ini sangat membantu Pemkab Bekasi yang tengah berupaya mempercepat penurunan angka stunting sesuai program nasional.
"Kalau target nasional 14 persen di tahun 2024, tapi Kabupaten Bekasi ingin lebih awal, akhir tahun 2023 ini kalau bisa sudah mencapai 14 persen, sehingga tahun ke depan bisa terus ditekan," katanya.
Menurut dia perlu peran segenap unsur masyarakat termasuk dunia usaha dalam upaya mengentaskan stunting karena akan berdampak juga bagi sumber daya manusia yang bekerja di sektor industri ke depan. Generasi bebas stunting turut menciptakan pekerja yang semakin produktif.
"Mengapa perlu, karena ke depan kita perlu generasi unggul, generasi yang unggul bisa menjadikan daya beli tinggi. Kalau daya beli tinggi, bisnis maju, tapi kalau perusahaan tidak membantu, nanti generasi kita lemah, miskin, ekonomi tidak bisa tumbuh cepat," ucapnya.
Dani berharap, peran swasta untuk turut membantu percepatan penurunan stunting dapat ditingkatkan dan sebagai garansi dukungan, dirinya memastikan bersedia hadir jika diundang perusahaan pada agenda program penurunan stunting.
"Saya yakin mereka juga punya pengetahuan itu, tinggal diajak dan dikoordinir. Makanya yang paling tepat sebenarnya Apindo," ucapnya.
Sementara itu, Camat Cikarang Utara Enop Can mengapresiasi sekaligus mengharapkan kegiatan bantuan sosial kepada masyarakat ini mampu menurunkan angka prevalensi stunting khususnya di wilayah itu.
"Untuk penyaluran nanti melalui desa dan puskesmas, kalau tadi hanya simbolis saja," katanya.
Enop Can mengimbau masyarakat Cikarang Utara ikut berkontribusi dalam program ini, terutama bagi mereka yang akan melangsungkan pernikahan agar melakukan pemeriksaan ke Puskesmas. Selain itu ada pembinaan yang juga dilakukan oleh kantor urusan agama di wilayah itu.
"Sasarannya adalah dalam waktu dekat bisa menyukseskan program penurunan stunting. Mereka yang akan menikah itu harus diperiksa kesehatan dulu. Ini yang menjadi salah satu upaya kita untuk pencegahan stunting, itu yang kita lakukan," kata dia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sinner Tebar Ancaman di Musim Turnamen Tanah Liat
-
Pemerintah Pastikan Industri Tekstil Nasional Tetap Stabil
-
Demi Efisiensi Energi, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan
-
Polandia Enggan Percepat Penerimaan Ukraina sebagai Anggota UE
-
Mempercepat Penurunan Prevalensi Stunting di Singkawang Lewat Berbagai Program
-
Jepang Gabung Spanyol dan Jerman di Piala Dunia Basket Putri
-
Polres Pamekasan Kerahkan 220 Personel Amankan Perayaan Paskah di 7 Gereja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.