Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa Harus Bisa Menangkal Paham Radikalisme

📅 Minggu, 29 Okt 2023, 05:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mahasiswa Harus Bisa Menangkal Paham Radikalisme Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Garut
Ket. Sejumlah mahasiswa mengikuti diskusi kepemudaan yang digelar Bakesbangpol Garut dan BEM ITG di Aula Utama Al-Musaddiyah, Jalan Mayor Syamsu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (28/10/2023).

Garut - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut, Jawa Barat mengatakan mahasiswa sebagai pemuda Indonesia harus bisa menangkal radikalisme dan intoleransi karena paham itu mengakibatkan kerawanan terhadap persatuan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Mahasiswa perlu dikenalkan, perlu mengetahui, dan perlu diberikan pengetahuan apa itu intoleransi, apa itu radikalisme, bagaimana pintu masuk radikalisme di kalangan mahasiswa dan di kalangan masyarakat, sehingga insyaallah mereka punya daya tangkal yang tinggi," kata Kepala Bakesbangpol Garut Nurrodhin saat acara diskusi bersama mahasiswa di Kampus Institut Teknologi Garut (ITG) di Garut, Sabtu (28/10).

Kgiatan itu diselenggarakan Bakesbangpol Garut bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabinet Bersatu ITG dengan tema "Peran Mahasiswa dalam Memperkuat Kewaspadaan terhadap Paham Radikalisme dan Intoleransi".

Diskusi itu, kata dia, bertujuan membangun semangat mahasiswa dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 2023 yang difokuskan tentang peran pemuda untuk mampu memahami bahaya paham radikalisme dan intoleransi.

Menurut dia, paham tersebut bisa saja muncul di lingkungan mahasiswa, untuk itu semua pihak, khususnya mahasiswa sebagai kaum pemuda intelektual, harus memiliki kemampuan untuk menangkal.

"Kita tidak bisa menutup mata bahwa paham radikalisme dan intoleransi di Kabupaten Garut cukup merebak, dan kita akan melakukan upaya-upaya bagaimana paham ini bisa kita tangani bersama-sama," katanya.

Wakil Rektor Bidang Keuangan, Administrasi Umum, Perencanaan, dan Sumber Daya Manusia ITGAndri Ikhwana menyatakan pihaknya di lingkungan kampus ITG sudah melakukan upaya untuk mewaspadai paham radikalisme dan intoleransi yang disampaikan dalam setiap kegiatan kampus, termasuk saat perkuliahan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Selain itu, ITGmewajibkan seluruh mahasiswa baru mengikuti Program Bela Negara atau kegiatan latihan disiplin dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Sesuai dengan arahan dari Kementerian Pendidikan (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) diwajibkan untuk bela negara, jadi kita mewajibkan bela negara sebagai manifestasi untuk mewaspadai terhadap gerakan intoleransi dan radikalisme," katanya.

Seorang perwakilan BEM Kabinet Bersatu ITGFahmi M Taufik mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap isu radikalisme dan intoleransi di Kabupaten Garut.

Ia berharap, kegiatan itu bisa mengedukasi tentang ketahanan bangsa, kebangsaan, dan ideologi Pancasila kepada masyarakat, terutama pemuda di Kabupaten Garut, agar terwujud kehidupan yang harmonis dan maju.

"Kabupaten Garut bisa menjadi lebih harmonis lagi, yang mana di dalamnya tidak ada intoleransi, tidak ada radikalisme dan sebagainya, Kabupaten Garut menjadi kabupaten yang maju dengan mengedepankan persatuan daripada pemuda-pemuda yang ada di Kabupaten Garut," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.