- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pemberontak Etnis Serang T...
Pemberontak Etnis Serang Tentara Junta
Sabtu, 28 Okt 2023, 02:40 WIBYANGON - Aliansi kelompok pemberontak etnis Myanmar pada Jumat (27/10) melancarkan serangan terkoordinasi terhadap tentara junta di wilayah utara negara itu. Serangan itu merupakan tantangan baru bagi junta saat mereka berjuang untuk memadamkan perlawanan terhadap pemerintahannya.
Kudeta militer pada tahun 2021 memicu pertempuran baru dengan kelompok pemberontak etnis yang kuat di Negara Bagian Shan utara, yang merupakan lokasi rencana pembangunan jalur kereta api senilai miliaran dollar, bagian dari proyek infrastruktur global Belt and Road yang digagas Beijing.
Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA), Tentara Arakan (AA), dan Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA) melancarkan operasi militer, kata mereka dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu saluranTelegrampro-militer mengatakan pemberontak menyerang 12 kota atau permukiman di wilayah Negara Bagian Shan yang luasnya sekitar 100 kilometer.
Ketiga kelompok pemberontak tersebut, yang menurut para analis dapat mengerahkan setidaknya 15.000 pejuang di antara mereka, tidak segera memberikan rincian mengenai korban jiwa atau apakah mereka telah merebut wilayah tersebut. Juru bicara junta juga tidak segera menanggapi permintaan komentarAFP.
MNDAA mengatakan para pejuangnya telah menutup jalan dari pusat perdagangan Lashio ke Chinshwehaw dan Muse di perbatasan Tiongkok menjelang serangan besar. "Pertempuran di sekitar Lashio yang merupakan markas komando timur laut militer, dan dekat Muse, Chinshwehaw, dan Laukkai yang terletak sekitar lima kilometer dari perbatasan dengan Tiongkok, saat ini masih berlangsung," kata media lokal dan penduduk.
"Semua toko tutup dan tidak ada warga yang keluar," kata seorang warga Kotapraja Hopang, sekitar 10 kilometer dari Chinshwehaw kepadaAFP. "Kami bisa mendengar suara pesawat dan tembakan terus-menerus," imbuh dia yang meminta tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan.
Seorang petugas penyelamat di Lashio yang tidak mau disebutkan namanya karena alasan keamanan mengatakan kepadaAFPbahwa pemberontak mulai menembaki pangkalan militer di dekat kota itu mulai pukul 04.00 waktu setempat dan militer membalasnya dengan tembakan artileri.
Demi Otonomi
Daerah perbatasan Myanmar adalah lokasi bagi lebih dari selusin kelompok pemberontak etnis, beberapa di antaranya telah berjuang melawan militer selama beberapa dekade demi otonomi dan kendali atas sumber daya yang menguntungkan.
Beberapa diantaranya telah melatih dan memperlengkapi Pasukan Pertahanan Rakyat baru yang bermunculan sejak kudeta tahun 2021 melawan tindakan keras berdarah yang dilakukan militer terhadap perbedaan pendapat.
Awal bulan ini hampir 30 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan di sebuah kamp pengungsi di negara bagian tetangga Kachin. Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA), kelompok pemberontak etnis yang menguasai wilayah tersebut, menyalahkan junta atas serangan tersebut. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
-
KAI Palembang Catat 1.481 Tiket Mudik Gratis 2026 Sudah Terisi
-
Asik Jualan Makin Gampang, Bikin QRIS Sekarang Bisa Lewat Aplikasi GoPay
-
Komisi I DPR Dukung Pemerintah Desak Investigasi PBB atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
-
Pemimpin Etnis: Dunia Abaikan Serangan Udara Junta
-
Ini Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan ke-29: Newcastle vs Manchester United & Wolves vs Liverpool
-
PLN Prediksi Konsumsi Listrik Jakarta Turun Saat Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.