Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota Surabaya Cari Solusi Atasi Balita 'Stunting' dari Luar Daerah

📅 Jumat, 27 Okt 2023, 21:40 WIB | Oleh:
Wali Kota Surabaya Cari Solusi Atasi Balita 'Stunting' dari Luar Daerah Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya
Ket. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (dua dari kiri) saat menerima piagam apresiasi sebagai Akselerator Entaskan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem dari salah satu media nasional di Jakarta, Kamis (26/10).

Wali Kota SurabayaEri Cahyadi mencari solusi dalam upaya mengatasi kasus balitastuntingatau kerdil dari luar daerah agar mendapatkan intervensi berupa pengobatan gratis dari pemerintah kota (pemkot) setempat.

"Yang datang ke Surabaya tidak bisa dideteksi, ketika ada survei dilakukan maka mereka tercatat sebagai warga yang memiliki balitastunting. Ini yang nanti akan kami sampaikan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bagaimana solusi terhadap permasalahan kota besar seperti kami," kata Eri Cahyadi dalam keterangannya di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Jumat.

Secara umum, lanjut dia, mayoritas masyarakat yang menerima intervensi Pemkot Surabaya dalam penyelesaianstuntingmerupakan masyarakat dengan keadaan ekonomi menengah ke bawah. Orang tua yang tidak memiliki penghasilan kesulitan memberikan kebutuhan gizi bagi anak-anaknya.

"Kenapa terjadistunting? karena orang tuanya tidak memiliki penghasilan, akhirnya tidak bisa memberikan vitamin dan lain sebagainya. Untuk pengentasanstunting, dimulai sejak remaja putri diberikan tablet tambah darah, lalu calon pengantin diberikan edukasi, hingga orang tua kita berikan pekerjaan agar bisa menghidupi keluarganya," ujar EriCahyadi.

Meski demikian, penangananstuntungdi Surabaya dinilai sudah bagus yang dibuktikan dengan piagam apresiasi sebagai Akselerator Entaskan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem dari salah satu media nasional di Jakarta, Kamis (26/10).

Ia berterimakasih atas keterlibatan warga Kota Pahlawan dalam percepatan penurunanstunting. "Penghargaan itu dedikasikan bagi warga Kota Surabaya. Saya berterima kasih kepada warga Surabaya atas kolaborasi bersama Kader Surabaya Hebat (KSH), perguruan tinggi, Pentahelix, serta para orang tua asuh, atas seluruh investasi yang ada di Surabaya," katanya.

Ia menjelaskan kunci sukses Pemkot Surabaya dalam mengentaskanstuntingtak lepas dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

Tahun 2024, lanjutnya, Pemkot Surabaya menargetkanzero stuntingdanzerokemiskinan ekstrem.

"Terkait pengentasanstuntingdan kemiskinan, kami memanfaatkan aset Pemkot Surabaya untuk dijadikan tempat mengembangkan UMKM atau sebagai tempat yang bisa menghasilkan dan menggerakkan ekonomi. Sehingga warga miskin yang ada di Surabaya bisa turun, karena warga mendapatkan pekerjaan, sekaligus bisa mencegah dan mengurangistuntingdi Surabaya," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.