Bengkulu Kelola Mandiri Produk Gabah Daerah

Jumat, 27 Okt 2023, 18:39 WIB

BENGKULU - Provinsi Bengkulu memastikan akan mengelola secara mandiri produk gabah daerah menjadi produk turunan, tujuannya guna memastikan kecukupan stok pangan dan menjamin harga beras dapat terkendali.

"Ke depan itu tidak boleh lagi ada gabah hasil panen itu keluar dari provinsi Bengkulu (dalam bentuk gabah). Harus dikelola di Provinsi Bengkulu," kata Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Isnan Fajri di Bengkulu, Jumat.

Dia mengatakan selama ini setiap habis panen, gabah produksi pertanian Provinsi Bengkulu dikirim keluar daerah untuk diolah menjadi produk turunan seperti beras.

Ket. Foto: Aktivitas pertanian padi di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. — Sumber: ANTARA/Boyke Ledy Watra

"Kemudian diolah di luar, setelah jadi beras baru masuk Bengkulu lagi. Nah kemarin sudah ada instruksi dari Gubernur bahwa akan ada pengolahan sendiri di daerah perbatasan, terutama di Mukomuko Rejang Lebong dan Kaur," kata dia.

Rantai penjualan gabah Bengkulu, yang dijual ke usaha pengolahan di provinsi tetangga yang kemudian beras hasil pengolahan kembali di jual di Provinsi Bengkulu menurut Isnan membuat harga beras di provinsi berjuluk Bumi Rafflesia itu menjadi jauh lebih tinggi.

Hal tersebut karena, biaya jasa distribusi komoditas keluar masuk Bengkulu menambah mahal harga eceran beras yang harus ditebus oleh masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu mengupayakan beras hasil panen setempat diolah di Bengkulu untuk dipasarkan kembali ke masyarakat.

"Kami sudah menandatangani kerja sama dengan Bulog, dan nanti Bulog yang akan mengolahnya untuk kembali didistribusikan ke masyarakat Bengkulu," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mengajak kerja perbankan dan berbagai pihak terkait untuk dapat berpartisipasi aktif meningkatkan produktivitas pertanian padi, industri terkait, serta pasar penjualan beras.

Hal itu ke depan tentunya menciptakan stabilitas, ketersediaan yang cukup dan keberlanjutan pertanian padi, industri pengolahan untuk terus tumbuh di Provinsi Bengkulu.

"Dinas pertanian, baik provinsi maupun kabupaten kota juga segera melakukan peningkatan produktivitas tanaman, dengan cara yang berkelanjutan, misalnya dengan menerapkan teknologi pertanian yang lebih modern," ujarnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.