Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akademisi dari Tokyo pancing minat santri tekuni industri robotik

📅 Jumat, 27 Okt 2023, 23:15 WIB | Oleh:
Akademisi dari Tokyo pancing minat santri tekuni industri robotik Doc: ANTARA/Abdu Faisal
Ket. Guru Besar Tokyo University of Science Hiroshi Kobayashi memancing minat santri Indonesia untuk menekuni industri robotik di Jakarta, Jumat (27/10/2023).

Jakarta - Guru Besar Tokyo University of ScienceHiroshi Kobayashi memancing minat santri Indonesia untuk menekuni industri robotik.

Sebuah pakaian eksoskeletonberbentuk seperti ransel yang dapat membantu gerak motorik lansia dan penyandang disabilitasdi negeri Sakuradiboyong ke Jakarta, Jumat.

"Hampir 80 persen populasi di Jepang merupakan orang-orang lanjut usia, maka lewat produk ini kami membantu orang-orang di sekitar untuk lepas dari rasa ketidakberdayaan yang dirasakan di usia senja," ujar Kobayashi dalam seminar bertajuk "Peningkatan Kompetensi Santri dalam Pembuatan Produk Kreatif dan Pengembangan Wirausahawan Syariah melalui Penguasaan Teknologi".

Menolong orang lain adalah rasa kemanusiaan yang tidak akan bisa digantikan oleh teknologi buatan mana pun, katanya.

Rasa kemanusiaan itu mesti menyertai diri seorang ilmuwan dalam setiap proses perancangan teknologi yang ingin dia ciptakan sehingga dapat membuahkan hasil yang bermanfaat bagi manusia.

Para lansia kini bisa menggunakan otot buatan yang terbuat dari tabung karet yang dibungkus jaring nilon yang mengembang saat diisi dengan udara bertekanan.



Hal ini menyebabkan nilon membuat tabung menjadi lebih pendek dan menghasilkan gaya tarik yang kuat sehingga dapat membantu tugas-tugas manual yang membutuhkan kekuatan dan mengurangi tekanan di punggung saat mengangkat benda berat.

Setelan pakaian ini memungkinkan pemakainya untuk mengangkat sesuatu yang beratnya mencapai 30 kilogram.

Pakaian eksoskeletondirasakan bermanfaat untuk perbaikan postur tubuh sebelum dan sesudah menggunakan alat.

Salah satunya disampaikan Teguh Wibowo (45), peserta seminar Hiroshi Kobayashi asal Bandung, Jawa Barat, yang berkesempatan berdiskusi serta menjajal pakaian eksoskeleton buatan sang inovator secara langsung.
Teguh menyampaikan produk pakaian bantu tersebut dapat menjadi solusi bagi kebanyakan orang, terutama yang pernah mengalami cedera otot seperti dirinya.

Namun harga produk yang mencapai 1.100 dolar AS, menurut Teguh, masih bisa diturunkan lagi agar menyesuaikan kondisi ekonomi kebanyakan masyarakat di Indonesia.

Muhammad Asy'ari Akbar selaku pimpinan pondok pesantren Minhajurrosyidin Jakarta mengatakan konsep alat yang dibuat atau diamalkan oleh Hiroshi Kobayashi ternyata masih satu nafas dengan ajaran akhlak yang diterima santri di pondok pesantren.

Salah satunya bagaimana akhlak terhadap orang tua, terhadap penyandang disabilitas, dan bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain.

Ketika pakaian bantu tersebut menjadi lebih terjangkau, tak menutup kemungkinan bahwa pakaian bergaya fiksi ilmiah itu akan umum digunakan di Indonesia oleh kalangan penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan masalah mobilitas, atau mungkin relawan bencana dan petugas perawatan mungkin dalam waktu yang tak akan lama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.