Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

887 Sumur Dibor! Ini Rahasia PHE Tembus Produksi 1 Juta BOEPD di 2025

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 14:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
 887 Sumur Dibor! Ini Rahasia PHE Tembus Produksi 1 Juta BOEPD di 2025 Doc: istimewa
Ket. PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina mencatatkan kinerja operasional dan eksplorasi yang solid sepanjang tahun 2025

JAKARTA – PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina mencatatkan kinerja operasional dan eksplorasi yang solid sepanjang tahun 2025. 

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Rabu (10/6) di Jakarta, hingga Desember 2025 PHE berhasil membukukan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 1,032 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), terdiri atas produksi minyak sebesar 556 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 2.757 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Pencapaian tersebut didukung oleh pelaksanaan berbagai program pengembangan lapangan secara masif. Sepanjang tahun 2025, PHE berhasil menyelesaikan pemboran eksploitasi sebanyak 887 sumur, kegiatan workover pada 1.288 sumur, serta well service pada 37.266 sumur.

Di sisi eksplorasi, perusahaan terus memperkuat upaya penemuan sumber daya baru guna menjaga keberlanjutan produksi jangka panjang. Hingga akhir tahun 2025, telah dilakukan pemboran 20 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer, serta survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi.

Upaya eksplorasi tersebut menghasilkan penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta barel setara minyak (MMBOE). Kontribusi utama berasal dari temuan Migas Non-Konvensional (MNK)di Wilayah Kerja Rokan sebesar 724,22 juta barel minyak (MMBO).

Selain itu, PHE juga berhasil membukukan penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 314 MMBOE. Tambahan cadangan tersebut diperoleh melalui realisasi aktivitas merger dan akuisisi (M&A), termasuk kontribusi aset di Aljazair, yakni proyek MLN Phase 5 di Blok 405a.

PHE juga mencatatkan laba bersih sebesar USD2,175 miliar di tahun 2025. Seluruh pencapaian tersebut didukung dari seluruh entitas afiliasi PHE yaitu Regional 1 (Sumatera), Regional 2 (Jawa), Regional 3 (Kalimantan), Regional 4 (Jawa Timur dan Indonesia Timur), Regional 5 (Internasional), Elnusa, Badak LNG, dan Pertamina Drilling Service Indonesia.

Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, mengatakan bahwa capaian sepanjang 2025 menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja operasional sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

"Pencapaian produksi lebih dari 1 juta BOEPD dan penemuan sumber daya baru lebih dari 1 miliar BOE menunjukkan komitmen PHE untuk terus menjaga ketahanan energi nasional. Kinerja ini juga mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan produksi sekaligus memperkuat cadangan dan sumber daya untuk mendukung pertumbuhan di masa depan," ujar Hermansyah.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh pekerja, mitra kerja, pemerintah, dan para pemangku kepentingan yang terus bersinergi dalam menjaga keberlangsungan operasi perusahaan.

"Ke depan, PHE akan terus fokus pada peningkatan kinerja operasional yang unggul, penerapan teknologi dan inovasi, serta pengembangan sumber daya dan cadangan secara berkelanjutan guna mendukung target produksi nasional dan mewujudkan ketahanan energi Indonesia," tambahnya.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.