Makanan Bergizi Tidak Harus Mahal
Kamis, 26 Okt 2023, 00:12 WIBJakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengedukasi masyarakat tentang kesehatan dengan mengubah pola pikir tentang gizi.
"Masyarakat kita masih berpikir bahwa protein itu harus dari daging sapi yang harganya mahal, jadi kita mengedukasi masyarakat dengan mengubah pola pikir tersebut, misalnya dengan mengganti daging dengan ikan lele. Kita melakukan kampanye seperti itu," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik KemenkominfoUsman Kansong ??????di Jakarta, Rabu.
Ia yang hadir dalam acara forum eksekutif tentang kemiskinan ekstrem dan kesehatan tersebut, menjelaskanKemenkominfo secara konsisten mengampanyekan gizi cukup dengan isi piringku sesuai program Kementerian Kesehatan.
"Dalam isi piringku tersebut, ada protein, karbohidrat, selebihnya lagi gizi dan lain-lainnya, yang penting cukup gizinya. Kita tidak bicara soal harganya, karena gizi tersebut kita bisa peroleh dengan harga yang murah," ujar dia.
Ia menjelaskan kemiskinan berhubungan erat dengan kurangnya pengetahuan yang baik tentang kesehatan.
"Misalnya kasus stunting, karena stunting dia jadi tidak bisa memenuhi kebutuhan gizinya. Di sisi lain, stunting bisa menyebabkan masalah kemiskinan karena bisa menghambat produktivitasdan produktivitas ini kan sangat berkaitan dengan ekonomi," ucapnya.
Pemerintah pusat juga telah berupaya mencoba menyelesaikan permasalahan kemiskinan ekstrem dan kesehatan secara paralel.
"Menangani kemiskinan ekstrem akan otomatis mengurangi stunting juga, jadi pelaksanaannya harus beriringan. Kita punya program penurunan stunting, di sisi lain kita juga punya program penghapusan kemiskinan ekstremdan keduanya harus berjalan saling melengkapi," katanya.
Kemenkominfo dalam upaya percepatan penurunan stunting ada di pilar kedua, yaitu komunikasi dan edukasi.
"Tugas Kemenkominfo yakni mengedukasi dan komunikasi, mengubah pola pikir. Strategi yang kita lakukan lewat media sosial dan media arus utama untuk menghapus kemiskinan ekstrem dan menghapus stunting," kata dia.
Kemenkominfo juga mengedukasi masyarakat yang sudah memasuki usia perkawinan agar mempersiapkan diri dan memeriksakan kesehatan sebelum menikah.
"Kita membuat aplikasi elektronik siap nikah dan siap hamil atau elsimil yang saat ini sudah kita integrasikan ke Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)," ujarnya.
Agar program-program penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem terus berkelanjutan, Kemenkominfo juga terus mendorong pemerintah daerah agar ikut terlibat, salah satunya dengan melibatkan dokter-dokter muda di desa.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo Copot Immanuel Ebenezer dari Jabatan Wamenaker Usai Jadi Tersangka
-
Sasihung Fest kembali Digelar di Alun-alun Ujungberung
-
Jadwal Super League: Dibuka Duel Papan Atas Persita Melawan Persija
-
Libur Idul Adha, Setu Babakan Catat 3.203 Kunjungan Wisatawan
-
Pemkab Bekasi Targetkan 100 Persen Kepesertaan BPJS Kesehatan
-
Stephen Curry Samai Rekor Michael Jordan Usai Cetak 49 Poin, Warriors Tumbangkan Spurs di Laga Terbaik Musim Ini
-
Demonstrasi Marak, Akademisi UGM Soroti Akar Krisis Sosial-Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.