• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Armada India Kuno Tidak Ma...

Armada India Kuno Tidak Mampu Mengimbangi Kekuatan Inggris

Kamis, 26 Okt 2023, 06:25 WIB

Orang India kuno memiliki pengetahuan yang baik tentang bahan, varietas, dan sifat kayu yang digunakan untuk membuat berbagai kelas kapal. Risalah Yuktikalpataru yang ditulis oleh Raja Bhoja (sekitar 1010 M - 1055 M) dari Malwa adalah satu-satunya karya India kuno yang membahas secara rinci masalah pelayaran.

Disebutkan sejenis kapal yang disebut agramandira, yang kabinnya mengarah ke haluan dan karenanya dianggap cocok untuk peperangan laut. Salah satu kapal tersebut digambarkan dalam lukisan Ajanta (Gua II).

Ket. Foto: — Sumber: Wikimedia

Lukisan tersebut menggambarkan kapal laut dengan batang dan buritan tinggi serta memiliki tiga layar lonjong yang menempel pada tiga tiang dan pelabuhan. Dayung kemudi digantung pada soket atau kunci baris di samping, dengan dayung di belakang.

Kapal-kapal itu bertiang tunggal, ganda, atau tiga tiang. Tiang itu dikenal dengan nama naudandaka. Pelabuhan pembuatan kapal dikenal sebagai navataksheni. Kapal-kapalnya besar dan kokoh, dilengkapi hingga seratus dayung, karena mereka harus membawa ribuan pasukan melintasi bermil-mil laut.

Dalam risalah Arthashastra disebutkan tentang perahu besar (mahanavah) yang dilengkapi dengan kapten (sasaka) dam juru mudi (niyamaka). Sangat mungkin bahwa terminologi yang sama juga digunakan untuk kapal angkatan laut. Kapal angkatan laut akan memiliki sejumlah pendayung tergantung pada ukuran kapal dan prajurit yang berperang.

Tidak ada referensi langsung mengenai bagaimana sebenarnya pertempuran laut terjadi. Kemungkinan besar kapal atau perahu tersebut membawa prajurit yang dilengkapi dengan senjata standar pada masa itu, yaitu pedang, lembing, gada, dan tombak. Pemanah akan sangat terlibat dalam pertempuran, menembakkan panah api. Ramayana menyebutkan orang-orang yang menunggu di 500 kapal menampilkan layar penuh untuk menghalangi perjalanan musuh.

Pada pertempuran pertama Kandalur Salai, Raja Raja I Chola secara tegas disebutkan telah membunuh para pejuang Kulashekhara atau Chera, membelah kapal angkatan laut milik raja mereka menjadi dua dan menghancurkan sejumlah kapal.

Perkembangan angkatan laut di pantai barat terus berlanjut hingga abad pertengahan dan periode kolonial, dengan dinasti-dinasti di sana memberikan masa-masa sulit bagi musuh-musuh mereka, termasuk Portugis dan Belanda.

Namun kedatangan Inggris dan keunggulan angkatan laut mereka yang tidak diragukan lagi membuat kekuatan India berkonsentrasi pada pertempuran di darat. Dengan demikian kejayaan angkatan laut pribumi India pun selesai.

Namun, tradisi angkatan laut yang dibangun seiring berjalannya waktu dan khususnya pada periode kuno terus mempengaruhi perkembangan angkatan laut yang dilakukan ketika India merdeka. Kontribusi terbesar orang India kuno adalah mereka menciptakan tradisi pelayaran yang tidak terputus. Meskipun dipandang sebagai angkatan laut nomor dua setelah angkatan darat, angkatan laut di India kuno tercatat turut berperan dalam meninggalkan jejak dan peperangan laut. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.