Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Jayapura Minta Warga Tidak Dekati Area Semburan Gas

📅 Selasa, 24 Okt 2023, 01:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Jayapura Minta Warga Tidak Dekati Area Semburan Gas Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkot Jayapura
Ket. Penjabat Wali Kota Jayapura Frans Pekey saat meninjau lokasi semburan gas di Holtekamp, Senin (23/10/2023).

Jayapura - Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua meminta warga untuk tidak mendekati area semburan gas akibat pengeboran sumur air asin untuk tambak ikan bandeng di Kampung Bugis, Holtekamp, Distrik Muara Tami.

"Meski belum ada kajian dari pihak terkait mengenai zat kimia sumur gas namun ini cukup berbahaya, untuk itu kami minta supaya warga tidak mendekati lokasi ini," kata Penjabat Wali Kota Jayapura Frans Pekey saat meninjau langsung lokasi tersebut, Senin.

Menurut Pekey, saat ini pihaknya masih menunggu hasil kajian studi dari Prodi Geologi Fakultas Tehnik Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk mengambil langkah-langkah jangka pendek dan solusi jangka panjang.

"Untuk solusi jangka panjang kami akan memfasilitasi kegiatan studi dan kajian secara menyeluruh di kawasan itu pada 2024 agar dipastikan kandungan gas di kedalaman berapa meter," ujarnya.

Dia menjelaskan hal tersebut sangat penting sebab warga yang melakukan aktivitas di kawasan tersebut merupakan petani tambak ikan bandeng yang mencari sumber air asin.

Salah satu warga Kampung Buton, Holtekamp Muhammad Aris mengatakan ketika pihaknya melakukan pengeboran sumur untuk tambak ikan bandeng dengan kedalaman 28 meter air yang keluar berbau gas sehingga dilaporkan ke Polsek Muara Tami.

"Jadi kami mencari solusi untuk mendapatkan air asin dan kami sudah melakukan pengeboran di beberapa titik namun kali ini yang menurut kami membahayakan," katanya.

Semburan gas di Kampung Bugis, Holtekamp terjadi pada Kamis 19 Oktober 2023 saat petani tambak mengebor sumur air asin untuk tambak ikan bandeng.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.