Dekarbonisasi Industri Baja Dipacu
Selasa, 24 Okt 2023, 08:45 WIBJAKARTA - Pemerintah mendorong industri baja mendukung aksi dekarbonisasi yang saat ini menjadi perhatian pemerintah. Terlebih lagi, sektor tersebut berperan vital menyokong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan beberapa industri penting lainnya, seperti energi, konstruksi, otomotif, dan transportasi.
Sektor ini diyakini berkontribusi signifikan bagi pembangunan ekonomi nasional, melalui penambahan nilai (added value) dan menjadi faktor pengganda (multiplier effect) dalam meningkatkan daya saing ekonomi negara. Karena itu, pemerintah berkomitmen terus mendukung investasi dan inovasi dalam membangun industri baja melalui berbagai kebijakan.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung para pelaku industri baja untuk terus menjadi motor penggerak perekonomian melalui industri ini. Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam kesempatan Pengukuhan Pengurus The Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) Periode 2023-2025 di Jakarta, Senin (23/10).
Menperin mengatakan Kemenperin mengharapkan agar IISIA sebagai perwakilan industri besi dan baja dapat mendukung berbagai upaya pemenuhan kebutuhan domestik akan baja, meningkatkan kualitas produk baja, dan mengambil inisiatif dalam pengembangan energi terbarukan. "Sektor industri baja harus menjadi contoh dalam merangkul prinsip-prinsip keberlanjutan dan berperan aktif dalam upaya meminimalkan dampak lingkungan," ujar Menperin.
Hal ini juga terkait dengan rencana aksi dekarbonisasi di sektor industri. Sebelumnya, Menperin telah menyampaikan sektor industri ditargetkan mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2050, atau 10 tahun lebih cepat dari target nasional. Industri baja menjadi salah satu sektor yang cukup diperhatikan dalam rencana aksi ini, dan isu mengenai energi terbarukan yang ramah lingkungan menjadi tantangan bagi industri baja.
Di tengah pelambatan perekonomian global, industri logam dasar tumbuh 11,49 persen secara tahunan (yoy), didorong oleh peningkatan permintaan ekspor produk baja dan ferronickel. Perkembangan neraca perdagangan produk baja pada 2023 juga cukup menggemberikan. Selama periode triwulan I-2023, terjadi surplus 3,15 miliar dollar AS, naik 14,6 persen dibandingkan periode sama pada 2022.
Mitra Strategis
Sementara itu, Chairman IISIA, Purwono Widodo, menyampaikan IISIA sebagai asosiasi binaan Kemenperin dapat menjadi mitra strategis pemerintah serta berkontribusi dalam pengembangan industri baja nasional.
"IISIA berkomitmen menyalurkan aspirasi dari anggota asosiasi terkait kebijakan-kebijakan pemerintah serta berperan aktif dalam meningkatkan hubungan kerja sama antar-anggota, organisasi atau institusi besi dan baja baik tingkat regional maupun internasional," ujar Purwono.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
RI Eksportir Minyak Atsiri No.5 Dunia, Nilam Jadi Andalan Tembus Industri Kosmetik & Farmasi
-
Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
-
Dari Batik hingga Kriya! Produk Jogja Kini Dikemas Lebih Modern Biar Tembus Pasar Global
-
Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei Tewaskan 3 Pekerja, Kemenperin Soroti Lemahnya K3
-
Srikandi Merdeka Cup 2026: Timnas U16 Singapura Tundukkan Putri Nusantara 2-0
-
4,45 Juta IKM Wajib Hijau Kalau Mau Tembus Rantai Pasok Global & Akses Pembiayaan
-
Bendera Merah Putih Terbentang Sepanjang 180 Meter di Bendung Gerak Babat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.