Belum Pernah Ditemukan dengan Teleskop
Selasa, 24 Okt 2023, 06:25 WIBHipotesis Planet Sembilan dikemukakan oleh dua peneliti dari The California Institute of Technology (Caltech) pada 2016. Dalam makalah berjudul Bukti Adanya Planet Raksasa Jauh di Tata Surya, mereka menyatakan telah menemukan bukti adanya planet raksasa yang menelusuri orbit aneh dan sangat memanjang di bagian luar tata surya.
Objek yang oleh para peneliti dijuluki Planet Sembilan ini memiliki massa sekitar 10 kali massa Bumi dan rata-rata mengorbit sekitar 20 kali lebih jauh dari Matahari dibandingkan Neptunus yang mengorbit Matahari pada jarak rata-rata 2,8 miliar mil. "Planet baru" ini membutuhkan waktu antara 10.000 dan 20.000 tahun untuk menyelesaikan satu orbit penuh mengelilingi Matahari.
Para peneliti Caltech yaitu Konstantin Batygin dan Mike Brown menemukan keberadaan planet tersebut melalui pemodelan matematika dan simulasi komputer namun belum mengamati objek tersebut secara langsung.
"Ini akan menjadi planet kesembilan yang nyata," kata Brown, profesor astronomi planet di Richard dan Barbara Rosenberg. "Hanya ada dua planet sejati yang ditemukan sejak zaman kuno, dan ini akan menjadi yang ketiga. Ini adalah bagian yang cukup besar dari tata surya kita yang masih dapat ditemukan, dan ini cukup menarik," kata dia.
Brown mencatat bahwa planet yang diduga kesembilan ini memiliki massa 5.000 kali massa Pluto sehingga katanya tidak perlu ada perdebatan mengenai apakah ini termasuk dalam kategori planet atau bukan. Berbeda dengan kelas objek lebih kecil yang sekarang dikenal sebagai planet kerdil, Planet Sembilan secara gravitasi mendominasi lingkungannya di tata surya.
Batygin dan Brown mendeskripsikan penelitian mereka dalam Astronomical Journal edisi terkini dan menunjukkan bagaimana Planet Sembilan membantu menjelaskan sejumlah fitur misterius dari objek es dan puing-puing di luar Neptunus yang dikenal sebagai Sabuk Kuiper.
"Meskipun awalnya kami cukup skeptis bahwa planet ini ada, saat kami terus menyelidiki orbitnya dan apa pengaruhnya bagi bagian luar tata surya, kami menjadi semakin yakin bahwa planet ini ada di luar sana," kata Batygin, asisten profesor ilmu planet.
Lalu dari mana asal mula Planet Kesembilan dan bagaimana bisa sampai di tata surya bagian luar? Para ilmuwan telah lama percaya bahwa tata surya awal dimulai dengan empat inti planet yang kemudian menyerap semua gas di sekitarnya, membentuk empat planet gas Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Seiring waktu, tabrakan dan lontaran membentuk mereka dan memindahkan mereka ke lokasinya sekarang.
Batygin dan Brown terus menyempurnakan simulasi mereka dan mempelajari lebih lanjut tentang orbit planet dan pengaruhnya terhadap tata surya jauh. Sementara itu, Brown dan rekan lainnya telah mulai mencari Planet Sembilan di langit. Hanya orbit kasar planet yang diketahui, bukan lokasi pasti planet pada jalur elips tersebut.
Menurut Brown jika planet ini kebetulan berada dekat dengan perihelionnya, para astronom seharusnya dapat melihatnya dari gambar yang diambil dari survei sebelumnya. hay/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
19-20 Desember Diprediksi Dishub DKI Puncak Arus Mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
-
BP Tapera Cetak Rekor Penyaluran Rumah Subsidi 2025: Hampir 280 Ribu Unit Tersalur
-
Alam Semesta Mengembang Lebih Cepat dari yang Diduga
-
Kukar Bergerak! Rencana Gila Optimalkan Lahan Demi Swasembada Pangan Kaltim
-
Ribuan Orang Ditangkap dalam Aksi Protes Nasional di Iran
-
Bupati Pati Sudewo Ogah Mundur, Pakar Hukum Sebut Bisa Diberhentikan Karena Kebijakan Tak Libatkan Rakyat
-
Katy Perry Ikut Penerbangan ke Luar Angkasa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.