Menlu Retno: Indonesia Perlu Beradaptasi dengan Disrupsi dan Tantangan untuk Mencapai Visi Indonesia Emas 2045

Senin, 23 Okt 2023, 18:30 WIB

SURAKARTA - Untuk mencapai visi Indonesia Emas, Indonesia memerlukan kemampuan beradaptasi terhadap disrupsi dan tantangan, serta kemampuan memanfaatkan peluang yang muncul dari lingkungan yang terus berubah. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam video keynote message pada pembukaan Kongres Indonesianis Sedunia ke-5 (KIS ke- 5) di Surakarta, yang diselenggarakan atas kerja sama Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN), Kementerian Luar Negeri, dan Universitas Sebelas Maret (UNS) (19/10).

KIS ke-5 ini mengambil tema Towards the Golden Age of Indonesia 2045: Indonesia and Its Role on the Changing Regional and Global Landscape.

Ket. Foto: — Sumber: Dok Kementerian Luar Negeri?? Indonesia

Menlu Retno juga menekankan bahwa upaya untuk memiliki kemampuan tersebut meliputi investasi sumber daya manusia melalui pendidikan berkualitas tinggi, pengembangan landasan ekonomi yang kuat, tata kelola yang berkualitas, dan demokrasi yang efektif.

"Untuk menjadi kekuatan besar di dunia, Indonesia harus mempunyai visi untuk memiliki peran lebih di lingkup globa pada tahun 2045, dan untuk mencapai tujuan ini, sangat penting bagi kita untuk menumbuhkan identitas dan pola pikir Indonesia sebagai negara maju, memanfaatkan status kita yang sedang berkembang sebagai kekuatan menengah yang lebih besar, memanfaatkan kekayaan budaya kita sebagai kekuatan pemersatu dan soft power, dan pada saat yang sama mengembangkan hubungan pertahanan dan diplomasi untuk mengarungi dunia yang semakin kompleks," ucap Menlu Retno, seperti dikutip dari laman kemlu.go.id, Senin (23/10).

Dalam sambutannya, Menlu Retno juga menyambut baik diterbitkannya Direktori Indonesianis oleh BSKLN sebagai bagian dari upaya membina hubungan dan kolaborasi yang lebih baik di antara Indonesianis. Direktori Indonesianis menjadi bahan acuan dan diharapkan dapat mempererat kontak, komunikasi, dan interaksi antar para Indonesianis serta semakin berkontribusi dalam pemajuan kajian Indonesia dan munculnya generasi baru Indonesianis.

Dr Yayan GH Mulyana, Kepala BSKLN, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia telah menetapkan pada tahun 2045 Indonesia harus mampu meningkatkan kepemimpinan dan pengaruhnya di kancah internasional, termasuk menjadi 15 besar Global Power Index dan diakui secara ekonomi sebagai negara maju.

"Untuk mewujudkan visi tersebut, Indonesia harus mengatasi tantangan negara berkembang seperti middle-income trap, overpopulasi, kualitas pemerintahan dan demokrasi, serta sumber daya manusia," kata Dr Yayan.

Beliau juga berharap melalui kongres ini kita dapat meremajakan kembali interkoneksi antar sesama Indonesianis dan antara Indonesianis di seluruh dunia dengan Indonesia.

Sepanjang Kongres, seluruh panelis dan peserta telah bertukar pandangan dan wawasan mengenai sejumlah isu, antara lain megatrend global, pendidikan untuk menghadapi tantangan masa depan, perlunya membangun ketahanan nasional, membangun jati diri Indonesia sebagai negara maju, dan meningkatkan kepemimpinan Indonesia sebagai negara emerging power.

Diskusi panel ini memberikan wawasan dan rekomendasi bermanfaat bagi upaya Indonesia menjadi negara maju. Wawasan ini juga akan berperan penting dalam membentuk strategi dan kebijakan masa depan bangsa dalam upaya Indonesia mencapai visinya pada tahun 2045.

KIS ke-5 turut dihadiri oleh Ir Ahyani, MA, mewakili Bapak Gibran Rakabumi Raka, Wali Kota Surakarta; Prof Irwan Trinugroho, PhD, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Bisnis dan Informasi UNS; dan Profesor Dr Sutoyo, Rektor Universitas Slamet Riyadi (UNISRI), Surakarta, serta sekitar 309 peserta dari kalangan Indonesianis, alumni IACS, alumni Dharmasiswa, think tank, jurnalis, mahasiswa, dan pejabat pemerintah dari kementerian/lembaga terkait.

KIS ke-5 juga mengundang 12 Indonesianis sebagai panelis yaitu: (1) Profesor Greg Barton dari Deakin University, Australia; (2) Profesor Eric Jones dari Northen Illinois University, AS; (3) Profedor Ramaswamy Sudarshan dari Jindal Global University, India; (4) Dr Gabriel Facal dari French Institute on Contemporary Southeast Asia (IRASEC), Prancis; (5) Natalie Sambhi, Ph.D dari Verve Research, Australia; (6) Profesor Fukunari Kimura dari Economic Institute for ASEAN and East Asia, Jepang; (7) Dr Muhammad Saud dari International Islamic University, Pakistan; (8) Profesor Helmut Lukas dari the Academy of Sciences, Wina, Austria; (9) Profesor Hyung Jun Kim dari Kangwon National University, Korea Selatan; (10) Profesor Natasha Hamilton Hart dari University of Auckland, New Zealand; (11) Dr Rahman Yaacob dari Lowy Institute, Australia; dan (12) Dr Leonard C. Sebastian dari S Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Singapura.

Kongres Indonesianis Sedunia (KIS) pertama kali diselenggarakan pada tahun 2018. KIS dimaksudkan sebagai wadah bagi para Indonesianis untuk menyampaikan aspirasi, perhatian, dan harapannya terhadap Indonesia.

Para peserta kongres akan bertukar pandangan dan pengalaman mengenai berbagai aspek, terutama bagaimana Indonesia dapat memberikan pengaruh yang lebih besar di kancah internasional. Kongres diharapkan dapat menghasilkan serangkaian rekomendasi kebijakan untuk memperkaya pemahaman dan cara pandang orang Indonesianis terhadap Indonesia. I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.