Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Para Kades Diminta Terus Berinovasi Kelola BUMDes

📅 Minggu, 22 Okt 2023, 04:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Para Kades Diminta Terus Berinovasi Kelola BUMDes Doc: ANTARA/HO-Kemendes PDTT
Ket. Wamendes PDTT Paiman Raharjo dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (21/10/2023).

Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meminta para kepala desa (kades) untuk terus berinovasi dalam mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wamendes PDTT Paiman Raharjo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu menyampaikan, tren dalam dunia usaha akan terus dinamis, bisa ke arah yang sama sekali baru atau malah kembali ke tren-tren sebelumnya, maka itu perlu adanya inovasi yang berkelanjutan.

"BUMDes sebagai badan usaha yang didirikan oleh desa untuk mengelola dan memanfaatkan aset dan potensi desa harus dapat memberi kesejahteraan masyarakat," ujarnya saat memberikan arahan pada agenda Penguatan Kapasitas bagi Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung.

Ia memaparkan saat ini jumlah BUMDes di Indonesia terus mengalami peningkatan, pada tahun 2023 sudah terdapat 60.417 BUMDes dengan 16.558 sudah berbadan hukum.

Dalam kesempatan itu, Paiman mengapresiasi sejumlah desa berstatus Desa Mandiri di Kabupaten Belitung Timur yang kian tumbuh signifikan bersamaan dengan meluasnya keinginan warga membangun BUMDes.

"Sudah tidak ada lagi desa berstatus berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal. Dari total 39 Desa, 21 Desa berstatus Mandiri dan 18 Desa berstatus Maju di Belitung Timur," paparnya.

Menurutnya, hal itu menunjukkan semangat desa dalam membangun bidang perekonomian. Dengan begitu BUMDes berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Desa dan juga mendorong kesejahteraan bersama untuk seluruh masyarakat di desa.

Ia mengemukakan berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) nasional, kemandirian desa terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 hanya ada 174 desa yang berstatus mandiri, dan di tahun 2023 jumlah desa berstatus mandiri meningkat tajam menjadi 11.456 Desa.

"Namun ini tidak berarti pembangunan di desa berhenti, justru pembangunan di desa diarahkan pada pembangunan berkelanjutan dan berdaya saing. Sehingga, dibutuhkan kerja sama Supra Desa untuk mengawalnya," demikian Paiman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.