Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investasi Tiongkok Terus Meningkat di Indonesia

📅 Rabu, 18 Okt 2023, 10:37 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Investasi Tiongkok Terus Meningkat di Indonesia Doc: ISTIMEWA
Ket. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan usai mendampingi Presiden Jokowi saat menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Tiongkok di Beijing, Tiongkok, Senin (16/10).

JAKARTA - Tiongkok merupakan sumber investasi dan mitra dagang penting bagi Indonesia. Saat ini, Tiongkok menjadi investor terbesar kedua dan mitra dagang nomor satu bagi Indonesia.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi investasi dan kontribusi para pengusaha Tiongkok dalam pembangunan di Indonesia. Pada 2013, Tiongkok berada di urutan 12 kontributor penanaman modal asing (PMA) di Indonesia, namun pada 2022 sudah naik ke urutan kedua.

"Kerja sama diharapkan terus ditingkatkan untuk kemajuan kedua negara," ujar Mendag usai mendampingi Presiden Jokowi saat menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Tiongkok di Beijing, Tiongkok, Senin (16/10), seperti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (17/10).

Presiden Jokowi meyakini, investasi Tiongkok di Indonesia akan terus meningkat dan menjadi kontributor PMA teratas dalam satu-dua tahun ke depan. Sejumlah investasi tersebut juga berorientasi ekspor sehingga turut berkontribusi dalam peningkatan ekspor Indonesia.

Namun, pemerhati masalah energi menilai investasi Tiongkok di bawah payung Belt and Road Initiative (BRI) jauh dari prinsip keberlanjutan. Gelaran BRI Summit pada 17-18 Oktober yang dihadiri Presiden Jokowi merupakan momentum untuk menagih komitmen energi hijau pada Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menuturkan, dalam 10 tahun terakhir pendanaan Tiongkok yang telah dialirkan ke berbagai negara menembus lebih dari 1 triliun dollar AS setara 15.700 triliun rupiah. Adapun nominal yang fantastis tersebut difokuskan untuk mendanai pembangunan pembangkit listrik, jalur kereta, pelabuhan, jalan raya, hingga jembatan.

Produksi Karbon

Aliran dana BRI ini, terang Bhima, mayoritas diterima oleh negara-negara miskin dan berkembang, termasuk Indonesia. Pembahasan pembangunan yang bertumpu pada isu keberlanjutan penting untuk disuarakan lebih tegas dalam Belt and Road Initiative Summit pada 2023 karena pendanaan Tiongkok hingga sekarang masih jauh dari kata hijau.

"Proyek BRI atas pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil yang didanai oleh Tiongkok masih menyumbang sekitar 245 juta ton produksi karbondioksida per tahun. Di Indonesia sendiri masih banyak proyek yang memiliki risiko tinggi terhadap lingkungan dan sosial terutama pembiayaan smelter nikel yang masih menggunakan PLTU batu bara skala besar," ucap Bhima kepada Koran Jakarta, Selasa (17/10).

Lebih lanjut, Bhima menambahkan, pemerintah Indonesia harus lebih tegas memastikan bahwa proyek yang sudah dan akan berjalan harus ke arah yang lebih rendah emisi karbon.

Sementara itu, Direktur Studi Tiongkok-Indonesia Celios, Muhammad Zulfikar Rakhmat menyoroti investasi Tiongkok di sektor energi terbarukan masih jauh lebih sedikit dibandingkan di sektor energi kotor. "Ironisnya, bahkan sebanyak 86 persen pendanaan Tiongkok masih disalurkan untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga batu bara melalui Tiongkok Development Bank (CDB) dan Tiongkok Export-Import Bank (CHEXIM)," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.