Filipina Minta Tiongkok Hentikan Tindakan Ofensif

Selasa, 17 Okt 2023, 02:55 WIB

MANILA - Militer Filipina menuntut Tiongkok untuk menghentikan tindakan berbahaya dan ofensif di Laut Tiongkok Selatan (LTS) setelah sebuah kapal Angkatan Laut Tiongkok membayangi dan berusaha menghentikan kapal Angkatan Laut Filipina yang sedang melakukan misi pasokan pada akhir pekan lalu.

Sebuah kapal Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok bernomor lambung 621 mendekat sejauh 320 meter ketika mencoba melintas di depan kapal Filipina, BRPBenguet, di dekat Pulau Thitu, pos terdepan Manila yang terbesar dan paling strategis di LTS, menurut panglima Angkatan Bersenjata Filipina, Romeo Brawner.

Ket. Foto: Kapal AL Tiongkok I Sebuah kapal Angkatan Laut Tiongkok terpantau sedang berpatroli di perairan terumbu karang Marie Louise Reef yang berjarak 147 mil laut dari Kota El Nido di Provinsi Palawan, Filipina, pada Juli 2021 lalu. Pada Senin (16/10), militer Filipina melaporkan bahwa sebuah kapal AL Tiongkok telah membayangi dan berusaha menghentikan kapal Angkatan Laut Filipina saat berlayar di LTS pada akhir pekan lalu. — Sumber: AFP/Philippine Coast Guard

"Manuver berbahaya dan ofensif yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok ini tidak hanya berisiko menimbulkan tabrakan, tetapi juga secara langsung membahayakan nyawa personel maritim dari kedua belah pihak," kata Jenderal Brawner dalam sebuah pernyataan pada Minggu (15/10).

Menanggapi langkah Tiongkok yang melakukan pemblokiran misi pasokan, Asisten Direktur Jenderal Dewan Keamanan Nasional Filipina, Jonathan Malaya, bahwa upaya misi pasokan ulang untuk detasemen Filipina yang ditempatkan di LTS akan terus berlanjut.

"Kami hanya akan terus melakukan apa yang seharusnya kami lakukan yaitu mengimplementasikan putusan arbitrase 2016. Kami melakukan ini dengan menggunakan hak-hak kami, hak-hak kedaulatan kami, jadi kami akan melanjutkan pasokan kami apakah itu di Ayungin Shoal (Second Thomas Shoal), apakah itu di Rizal Reef (Commodore Reef), meskipun ada gangguan dari Pasukan Penjaga Pantai Tiongkok maupun Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok," tegas Malaya.

"Personel AL Filipina tidak akan terpengaruh oleh pelecehan tersebut. Mereka akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk memasok personel kami (di LTS). Kami pun akan terus mendukung nelayan Filipina yang menangkap ikan di LTS," imbuh dia.

Reaksi Beijing

Beijing pada Senin mengklaim kedaulatan dan mempertahankan kehadirannya di dekat Pulau Thitu yang disebut Tiongkok dengan sebutan Pulau Zhongye.

"Pendudukan ilegal Pulau Zhongye oleh pihak Filipina telah secara serius melanggar kedaulatan Tiongkok," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, pada konferensi pers rutin pada Senin. "Adalah wajar dan sah bagi kapal perang Tiongkok untuk berpatroli di perairan dekat Pulau Zhongye," imbuh dia.

Insiden ini adalah yang terbaru dari serangkaian upaya Tiongkok untuk memantau dan memblokir misi pasokan Filipina untuk personel di wilayah yang diduduki Manila di LTS.

Tiongkok mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh LTS, yang menjadi jalur perdagangan internasional senilai lebih dari 3 triliun dollar AS setiap tahunnya.

Hubungan antara Manila dan Beijing memburuk sejak Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, menjalin hubungan lebih dekat dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini sangat berbeda dengan sikap pendahulunya yang pro-Tiongkok, Rodrigo Duterte, yang berusaha mendapatkan investasi miliaran dollar dari Beijing.

Namun Presiden Marcos Jr menegaskan bahwa menjalin hubungan ekonomi dengan Tiongkok adalah hal yang penting, dan pemerintahnya akan mengirimkan perwakilannya untuk hadir di forum Belt and Road Initiative yang ketiga pada pekan ini. ST/PNA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.