Prancis Tawarkan Kapal Selam Bertenaga Baterai Lithium-Ion 'Scorpene Evolved' ke Indonesia

Sabtu, 14 Okt 2023, 14:57 WIB

PARIS - Dalam proposal terbarunya kepada TNI Angkatan Laut, Naval Group Perancis mengusulkan varian baru kapal selam Scorpene yang dilengkapi teknologi baterai Lithium-Ion. Dijuluki 'Scorpene Evolved', sistem propulsi kapal selam akan dipasang dengan konfigurasi Baterai Lithium-Ion (LIBs) penuh, sehingga memberikan daya tahan paling lama dibandingkan varian lain dalam keluarga Scorpene.

Dilansir oleh Naval News, pada Februari 2022, kedua negara telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk dua kapal selam Scorpene buatan dalam negeri.

Ket. Foto: Kapal selam sistem Air-independent propulsion (AIP), yang ditawarkan sebelumnya, mengharuskan membangun fasilitas lepas pantai yang kompleks dan tidak memungkinkan untuk memasok kembali sistem AIP pada kapal di laut. Kapal selam hanya bisa mengandalkan fasilitas yang tersedia di pangkalan depan, seperti yang terletak di Pulau Natuna yang berbatasan dengan Laut Tiongkok Selatan. — Sumber: Istimewa

Mengutip sumber resmi, berkat konfigurasi LIB penuh, Scorpene Evolved akan memiliki daya tahan total 80 hari (dengan 78 di antaranya terendam), jangkauan operasional lebih dari 8.000 mil laut, tingkat kecerobohan yang lebih rendah, dan melaju dengan kecepatan tertinggi lebih lama.

Hal ini dapat dicapai karena LIB dapat menyimpan dan menyalurkan lebih banyak energi dengan waktu pengisian yang lebih singkat dibandingkan baterai timbal-asam.

Kapal selam LIB lengkap juga dipilih karena TNI AL akan merasa lebih mudah dan lebih murah untuk memelihara dan mengoperasikannya dibandingkan dengan kapal selam Air-independent propulsion (AIP), yang mengharuskannya membangun fasilitas lepas pantai yang kompleks untuk memasok sistem karena tidak memungkinkan untuk memasok kembali sistem AIP di laut.

Pelatihan ekstra untuk awak kapal selam dan personel lain yang akan terlibat dalam memasok sistem AIP juga diperlukan.

Selain itu, TNI AL harus menemukan rantai pasokan lokal dan perusahaan yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk menyediakan hidrogen murni, oksigen cair, dan/atau bahan kimia lain yang 'berkelas AIP' dalam jumlah yang cukup yang dibutuhkan sistem AIP tepat waktu.

Bahkan di masa damai, hal ini dapat menjadi tantangan logistik yang besar terutama jika kita mempertimbangkan aspirasi TNI AL untuk mengerahkan armada kapal selamnya di masa depan di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Artinya, terkadang armada hanya bisa mengandalkan fasilitas yang tersedia di pangkalan depan, seperti yang terletak di Pulau Natuna yang berbatasan dengan Laut Tiongkok Selatan.

Dibandingkan dengan baterai timbal-asam, LIB juga memerlukan lebih sedikit perawatan dan memberikan masa pakai, 40 persen lebih lama.

Selain itu, konfigurasi LIB lebih konsisten dengan rencana Naval Group dan PT PAL, sebagai bagian dari kesepakatan Scorpene, untuk mendirikan Lab Penelitian Energi di Indonesia dengan fokus pada pengembangan teknologi energi bawah laut di masa depan.

Jika semuanya berjalan lancar, LIB untuk Scorpene Evolved batch kedua dan selanjutnya yang mungkin dibeli dan dibuat oleh Indonesia di masa depan akan berasal dari laboratorium ini. Laboratorium ini dapat digunakan untuk mengembangkan teknologi terkait energi lainnya untuk pasar militer dan komersial.

Yang terakhir, Naval News memahami bahwa Naval Group akan segera mengusulkan kapal selam diesel-listriknya dengan LIB secara eksklusif dan berhenti menawarkan kapal selam tersebut dengan baterai timbal-asam, untuk semua pasar.

"Hal ini merupakan konsekuensi langsung dari kemajuan yang terus-menerus dan kematangan teknologi LIB saat ini," kata sumber industri yang mengetahui masalah tersebut.

Scorpene Evolved ditawarkan dengan Black Shark dan torpedo kelas berat F21 yang lebih modern , serta integrasi penuh rudal jelajah yang diluncurkan kapal selam MBDA Exocet SM39.

Jika nanti TNI AL memilih membeli F21 dan SM39, tidak diperlukan penyesuaian atau upgrade tambahan, termasuk dari segi software sistem manajemen tempur. Untuk diketahui, sejak menjadi operator kapal selam pada tahun 1959, TNI AL belum pernah mengoperasikan kapal selam berkemampuan rudal sehingga membatasi kemampuan serangannya.

Sementara itu, sejak akhir tahun 1970an, TNI AL telah mengoperasikan Exocet yang diluncurkan di permukaan yang kini menjadi rudal antikapal utama dalam inventarisnya. Bahkan, pada tahun ini TNI Angkatan Laut setidaknya telah menembakkan tiga rudal Exocet MM40 Block 3 di dua SINKEx berbeda pada Juni dan Juli lalu.

Sementara itu, mengingat adanya gagasan di kalangan perencana TNI AL untuk melengkapi/mengintegrasikan kapal selam dengan Unmanned Underwater Vehicle (UUV), menarik untuk dinanti apakah diskusi Scorpene Evolved antara Jakarta dan Paris mencakup kemungkinan pengadaan UUV multiperan D19 . Dikembangkan dari torpedo F21, D19 dapat diluncurkan dan diambil dari kapal selam, kapal permukaan, atau pantai.

Skema produksi lokal

Meski memiliki performa lebih tinggi dibandingkan varian dasar kapal selam Scorpene, Scorpene Evolved tetap ditawarkan dalam skema produksi lokal, integrasi, dan pengujian penuh untuk dua kapal selam yang akan berlangsung di fasilitas pembangunan kapal selam PT PAL yang ada di Surabaya. Skema ini akan menghasilkan 30 persen dari total nilai kontrak yang dikembalikan ke Indonesia dalam bentuk transfer teknologi, penggantian kerugian, dan pembukaan ribuan pekerjaan berketerampilan tinggi.

Jika terealisasi, Scorpene Evolved akan menempatkan TNI AL di antara semakin banyak angkatan laut di seluruh dunia yang mulai mencari solusi LIB dan membuat Indonesia mengikuti keputusan Jepang untuk memilih LIB daripada AIP untuk kapal selam terbarunya (kelas S?ry? dan Taigei ).

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.