Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Gianyar Bantu Pertumbuhan Balita Terindikasi 'Stunting'

📅 Jumat, 13 Okt 2023, 21:40 WIB | Oleh:
Pemkab Gianyar Bantu Pertumbuhan Balita Terindikasi 'Stunting' Doc: Dok Humas
Ket. Pemkab Gianyar terjun langsung membantu pertumbuhan Balita terindikasi stunting di Desa Taro.

Pemerintah kabupaten Gianyar, Bali, memantau dan membantu pertumbuhan balita terindikasi stunting dengan mendatangi posyandu.
"Berdasarkan kegiatan posyandu, puskesmas, dan data PPGBM (pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat) ditemukan 327 balita terindikasi stunting di Kabupaten Gianyar, dan merupakan kasus yang masih bisa ditangani dengan melakukan intervensi atau turun tangan langsung," kata Pj Ketua PKK Gianyar Widiastuti Wirasadi Gianyar, Kamis.

GIANYAR -- Pemkab Gianyar melaksanakan pemantauan tumbuh kembang anak di Wantilan Pura Gunung Raung, Desa Taro, Kamis (12/10) yang menghadirkan 50 anak yang terindikasi stunting dan melibatkan RSU Payangan dan RS Ari Canti.Dari 327 anak yang terindikasi mengalami stunting, 100 anak telah ditangani. Kini 50 orang balita yang datang diperiksa oleh dokter anak untuk memastikan status mereka.

" Ada 327 Balita yang terindikasi bukan berarti stunting. Ini baru mengarah dan bisa dicegah atau diobati. 100 sudah kita tangani, dan hari ini kita melakukan pengecekan terhadap 50 anak-anak. Agar bisa diberikan tindakan atau bantuan yang tepat," ujarnya.

"Karena sebab dan indikasinya berbeda-beda, jadi kita harus identifikasi dengan baik. Ini tidak boleh disamaratakan bantuannya harus berdasarkan hasil pemeriksaan," tegas dia.
Ia optimistis jika langkah-langkah yang diambilnya bisa menangani jumlah stunting yang ada di Gianyar dengan pendekatan keluarga, memberikan pemahaman tentang pola asuh yang baik, pemberian makanan tambahan (PMT) ataupun dengan pemeriksaan.

Kepala Dinas KesehatanGianyar Ni Nyoman Ariyuni memaparkan bahwa hasil pemeriksaan yang dilakukan akan menjadi dasar dalam memberikan bantuan kepada anak yang terindikasi stunting.
"Penanganannya ini tentu berbeda pada setiap anak. Jadi kita periksa di mananya yang kurang, karena kebutuhan setiap anak beda-beda. Dan kalau perlu perawatan atau pendampingan kita siapkan rujukan," terangnya.
"Tadi ada anak yang terindikasi mengalami stunting, setelah diperiksa ternyata ada masalah di jantungnya, itu langsung kita rujuk ke rumah sakit," lanjutnya.
Ditanya mengenai biaya dan perawatan, Ariyuni dengan tegas mengatakan tidak dikenakan biaya atau gratis, danfasilitas kesehatan di Gianyar sudah sangat baik.
"Kalau fasilitas kesehatan, Gianyar jangan ditanya lagi. Pelayanannya baik, serta gratis. Kita punya BPJS, kalau tidak punya BPJS bisa menggunakan BK (bantuan kesehatan)," tegasnya.
Di samping fasilitas kesehatan dan pelayanan kesehatan yang baik, campur tangan swasta dalam penanganan stunting juga cukup baik,Ariyuni memaparkan bahwa campur tangan swasta seperti RS Ari Canti juga sangat membantu. Saat ini RS Ari Canti tengah menyalurkan CSR penanganan stunting dari pihak ketiga berupa bantuan tunai dan pemberian nutrisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.